Oelamasi, Suara Harapan – Kabupaten Kupang siap menjadi role model uji coba model gizi anak sekolah dasar terintegrasi. Hal ini menyusul pelaksanaan lokakarya Pengembangan Desain Uji Coba Model Gizi Anak Sekolah Dasar Terintegrasi yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kupang, Kamis (25/1/2024).
Lokakarya ini diikuti oleh berbagai stakeholder terkait, yaitu Bupati Kupang, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Kemenko PMK), perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, perwakilan dari World Food Programme (WFP), dan perwakilan dari dinas-dinas terkait di Kabupaten Kupang.
Kabupaten Kupang merupakan salah satu dari tiga kabupaten terpilih untuk program ini, selain Kabupaten Pasuruan dan Tana Toraja. Program ini ini merupakan program Kemenko PMK bekerjasama dengan WFP.
Dalam sambutannya, Bupati Masneno menyatakan apresiasinya atas dukungan Kemenko PMK dan WFP dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kupang melalui perbaikan gizi anak sekolah.
“Saya berharap proses perencanaan dan tujuan program ini dapat menjawab berbagai permasalahan gizi anak SD yang ada di Kabupaten Kupang,” kata Masneno.
Ia juga menekankan bahwa masalah gizi anak sekolah tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan prestasi belajar anak. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan, kebutuhan, dan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah gizi anak sekolah di Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Prof. Nunung Nuryartono, mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengintervensi masalah gizi anak sekolah, yang selama ini kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan kelompok usia balita.
Ia mengungkapkan bahwa banyak anak sekolah yang mengalami kurang gizi akibat perilaku jajan yang tidak sehat, kurangnya konsumsi sayur dan buah, dan rendahnya kesadaran gizi dari keluarga.
“Kita harus memastikan bahwa anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, dan tidak terbiasa jajan makanan yang tidak sehat di sekolah,” papar Prof. Nunung.
Ia berharap Kabupaten Kupang dapat menjadi role model dalam rencana uji coba model gizi anak sekolah dasar bagi daerah lain.

“Saya tunggu langkah-langkah strategis dari hasil lokakarya ini. Mudah-mudahan akan berikan dampak yang luar biasa bagi kesehatan anak, bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Acara itu ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama RAN PIJAR (Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja), dilanjutkan dengan pemaparan materi. ((Siper Prokopim KK/13/24/Red)
































