Majalah Suara Harapan – Pohon lontar penopang hidup dan simbol tradisi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) kini melangkah jauh melampaui batas geografisnya.
Di tangan Dr. Kristomus Boimau, S.T., M.T., akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana), serat dari tanaman khas bumi Flobamora ini ditransformasikan menjadi material rekayasa canggih yang siap bersaing di era teknologi modern.
Momentum bersejarah tersebut dikukuhkan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Teknik, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Kamis (20/8/2026). Di hadapan sembilan dewan penguji di Ruang Aula Wiswakarma, Kristomus dengan lugas mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Biokomposit Serat Buah Lontar (Borassus flabellifer) Bermatriks Polylactic Acid (PLA) untuk Lingkungan Higrotermal.”
Menghidupkan Potensi Lokal Lewat Sains
Penelitian Kristomus membawa napas baru bagi pemanfaatan kekayaan alam daerah. Dengan memadukan serat buah lontar dan Polylactic Acid (PLA), ia melahirkan biokomposit ramah lingkungan yang tangguh menghadapi tantangan lingkungan higrotermal—suatu kondisi ekstrem yang menguji ketahanan material terhadap paparan temperatur dan kelembapan tinggi.
Inovasi ini membuktikan bahwa kekayaan alam NTT tidak berhenti sebagai komoditas tradisional semata. Lewat sentuhan ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi, lontar berhasil “naik kelas” menjadi bahan baku berpotensi industri dengan nilai tambah yang sangat tinggi.
Tiga Tahun, IPK 3,91, dan Pengakuan Internasional
Perjalanan akademik Kristomus di jenjang S3 diukir dengan catatan prestasi yang mengagumkan:
Studi Tepat Waktu: Menyelesaikan program doktor hanya dalam kurun waktu 3 tahun.
Predikat Kelulusan: Meraih IPK 3,91 dengan predikat amat memuaskan, Cum Laude.
Jejak Publikasi Global: Menghasilkan 5 artikel ilmiah bereputasi Scopus (2 artikel telah resmi terbit dan 3 artikel mengantongi Letter of Acceptance).
Pencapaian ini menegaskan dedikasinya yang tidak sekadar mengejar gelar, melainkan membangun keilmuan yang diakui oleh komunitas akademik internasional.
Apresiasi Tokoh dan Harapan Dampak Nyata
Suasana ujian terbuka berlangsung penuh khidmat dan dibanjiri dukungan para tokoh penting NTT. Turut hadir Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat (Gubernur NTT 2018–2023 / Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI) serta Bupati Kupang, Yosef Lede.
”Doktor baru tidak seharusnya hanya menjadi capaian personal, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegas Bupati Kupang Yosef Lede, sembari mendorong penguatan kemitraan riset antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan Undana.
Harapan senada disampaikan oleh Rektor Undana sekaligus Ko-Promotor I, Prof. Jefri Bale. Menurutnya, riset biokomposit ini berada di titik temu yang sangat strategis: menyatukan potensi lokal, ilmu pengetahuan, dan peluang hilirisasi.
Langkah selanjutnya bukan lagi sekadar publikasi di atas kertas, melainkan dorongan menuju pembuatan prototipe, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga industrialisasi.
Dr. Kristomus Boimau, kelulusannya pada 20 Agustus 2026 bukanlah garis akhir, melainkan titik mula sebuah misi besar. Ia kini berdiri di barisan depan ilmuwan muda yang membawa misi membawa riset lokal keluar dari laboratorium: dari lontar NTT menciptakan inovasi, dari Undana membawa nama Indonesia menuju dunia.*(Dilansir dari NTTSatu.id)


































