Kupang, Suara Harapan – Jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, hingga Sabtu (27/1/2024) pukul 18.00 Wita, mencapai 6.300 jiwa.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur para pengungsi tersebut tersebar di delapan titik tenda pengungsian dan di rumah-rumah warga di 33 desa di Kabupaten Flores Timur dan 3 desa di Kabupaten Sikka.
Saat ini, wilayah terdampak erupsi telah mencapai 14 desa di dua kecamatan yaitu Wulanggitang dan Ile Bura.
Para pengungsi di tenda- tenda pengungsian dibantu oleh 22 tim relawan, antara lain TNI, Polri, Basarnas, PMI Sikka, Dompet Dhuafa, Mapala Unipa dan Tagana.
Pemerintah juga telah membuka posko kesehatan di titik pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas karena aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus terjadi.
Pada Minggu (28/1/2024), gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengeluarkan awan panas guguran dalam periode pengamatan 00:00 – 00:06 Wita.
“Teramati dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter mengarah ke utara,” ujar Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Bobyson Lamanepa dilansir dari Kompas.com.

Teramati aliran lava arah timur laut sejauh 4 kilometer. Tinggi kolom erupsi tidak teramati karena gunung tertutup kabut.
Bobyson mengatakan, hingga saat ini aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih di status level IV awas.
Masyarakat di sekitar, pengunjung, wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral 6 kilometer ke arah timur laut. (Red/Kompas.com)


































