Bulan Kebangsaan GMIT “Memproklamasikan Kabar Baik di Bumi Pancasila dalam Akta dan Aksi. “Allah Peduli dan Memiliki Rencana bagi Bangsa Indonesia”
Keluaran 3:1-17
Allah Peduli dan Memiliki Rencana bagi Bangsa Indonesia
Majalah Suara Harapan – Tuhan Allah adalah Allah yang setia dan mengasihi umat-Nya Israel. Israel yang telah berpaling dari jalan dan kehendak Allah, dipanggil kembali untuk berhimpun dan datang kepada-Nya. Karena itu, dibutuhkan keberanian dalam diri seseorang untuk terus berproses tumbuh menjadi dewasa. Bukan hanya tumbuh secara fisik saja, namun spiritual juga menjadi fokus. Sebagaimana tokoh Musa ketika belum menjadi seorang pemimpin umat yang besar. Musa telah dipersiapkan Tuhan melalui proses berliku-liku dalam kehidupan pribadi dan keluarganya.
Keluaran 3:1-17 merupakan sebuah teophani (penyataan) Allah kepada Musa dalam wujud yang melebihi batas-batas natural, bahwa Ia sanggup menampakkan diri dalam wujud semak berduri terbakar, namun tidak terbakar menjadi “arang” (Bahasa Kupang: “Angus”). Hal ini menunjukkan hakikat dari Allah yang selalu dinamis berkarya dalam sejarah kehidupan. Ia proaktif merancang, mencipta, memperbarui dan menyelamatkan ciptaan-Nya yang telah rusak karena keberdosaan manusia.
Hal menarik yang ditemukan dalam kisah Keluaran 3:1-17, yaitu: (1) Penyataan Allah tentang nama-Nya “Ehyew asher Ehyew”, Aku adalah Aku. Menunjukkan tentang hakikat kemahakuasaan Tuhan; (2) Penyataan Allah kepada Musa ini menunjukkan kedaulatan Tuhan terhadap sejarah penyelamatan ciptaan-Nya. Sehingga berhadapan dengan Tuhan, Musa mengalami perasaan takjub, hormat, takut namun penuh kecintaan; (3) Pada saat terjadi perjumpaan dengan Allah, kesadaran diri Musa berbanding terbalik ketika ia masih menjadi Pangeran di Mesir. Kerendahan hati, kejujuran diri secara etis terlihat dalam tanggapan Musa ketika merasa dipanggil Tuhan untuk menjadi utusan-Nya.
Musa harus bersedia rendah hati mengakui kedaulatan Allah terhadap pemanggilan dirinya, disamping sebagai pemimpin umat, sekaligus ia hanyalah hamba Allah.
Keselamatan yang Allah karuniakan kepada bangsa Israel menjadi gambaran keselamatan kekal yang Allah kerjakan bagi seisi dunia, termasuk bagi bangsa Indonesia. Allah mengundang semua orang, segala bangsa yang hidup dalam kegelapan untuk datang dan menyembah kepada-Nya.
Hanya dengan pertobatan, mereka yang percaya diselamatkan. Dengan bertobat, seseorang menyambut uluran tangan penyelamatan Allah. Hal ini bisa dilakukan dengan kesediaan untuk terlibat dalam karya-karya bersama sebagai anak bangsa demi kebaikan. Kita perlu keluar dari lokus individu ke lokus sosial.
Lokus sosial yang berorientasi kepada pembebasan. Kita membutuhkan kepemimpinan yang bersedia mendengar suara Tuhan, melalui suara jeritan rakyat/masyarakat yang tertindas.


































