
Majalah Suara Harapan – Upaya penanganan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memunculkan terobosan baru. Kali ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Kupang mengambil sudut pandang yang sering terabaikan namun krusial: kesehatan gigi anak balita.
Melalui program pemberdayaan, sebanyak 25 kader Posyandu di Desa Baumata, Kabupaten Kupang, dibekali ketrampilan khusus untuk memutus rantai stunting sejak dini melalui perawatan gigi anak.
Di NTT, angka prevalensi stunting masih menjadi tantangan besar di angka 37%, sementara Kabupaten Kupang mencatatkan angka 39,5%. Di Desa Baumata sendiri, terdapat 51 balita dengan status gizi kurang dan sangat kurang. Banyak yang belum menyadari bahwa karies gigi pada balita adalah salah satu pemicu tersembunyi.
Rasa sakit akibat karies membuat anak enggan mengunyah, menurunkan nafsu makan, dan berujung pada defisit nutrisi yang memicu stunting. Secara nasional, Riset Kesehatan Dasar mencatat karies gigi anak usia 3–4 tahun mencapai angka mengkhawatirkan, yaitu 81,1%.

Merespons kondisi tersebut, tim dosen yang terdiri dari Merniwati Sherly Eluama, Leny Marlina Pinat, dan Applonia Leu Obi, bersama tiga mahasiswa (Adelsia Kale, Shevana Putri, dan Febrianti Udju), menggelar pelatihan intensif berbasis pembelajaran orang dewasa (andragogi).
Kegiatan diawali pada 26 Agustus di Kantor Desa Baumata untuk pembekalan teori, lalu dilanjutkan pada 3 dan 8 September di lima titik Posyandu untuk aksi lapangan. Para kader dibekali Modul Pelatihan, panduan deteksi dini, serta media edukasi visual seperti leaflet dan poster. Tak hanya teori, para kader diajak melakukan simulasi skrining karies serta mendampingi ibu dan anak dalam praktik menyikat gigi yang benar.
Hasilnya luar biasa. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan 100% kader mengalami peningkatan pengetahuan ke kategori Tinggi, dengan rata-rata nilai 9,8 dari skala 10. Bahkan, 80% peserta (20 kader) meraih nilai sempurna. Kader yang dulunya belum memahami kaitan antara gigi berlubang dan stunting, kini tampil percaya diri mengedukasi masyarakat.
Tim pengabdi berharap pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi anak ini dapat diintegrasikan secara permanen ke dalam agenda rutin Posyandu. Dengan penguatan kapasitas kader dan sinergi berkelanjutan, senyum sehat balita Baumata diharapkan menjadi awal dari generasi bebas stunting.



































