Majalah Suara Harapan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak Januari 2026 kian memprihatinkan. Wilayah yang terdampak kini membentang luas mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.
Berdasarkan data hingga Agustus 2026, total area yang terbakar dilaporkan telah mencapai 1,32 juta hektar. Bencana asap ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan masyarakat, melumpuhkan roda ekonomi, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Kondisi ini memicu gelombang kritik pedas dan desakan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI dan masyarakat:
Aksi Unjuk Rasa: Pada 12 Oktober 2026, terjadi demonstrasi di Kalimantan Tengah yang menuntut agar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni segera mengundurkan diri.
Desakan Anggota DPR RI:
Johan Rosihan (PKS): Menegaskan bahwa Menteri Kehutanan memiliki tanggung jawab besar untuk memelihara dan melindungi kawasan hutan.
Usman Husin (PKB): Menyampaikan saran terbuka agar Pak Menteri bersedia mundur jika merasa tidak mampu lagi mengatasi permasalahan ini.
Bambang Purwanto (Partai Demokrat): Menyoroti lambatnya penanganan Karhutla di Kalteng dan mengingatkan bahwa kedatangan pejabat baru dilakukan setelah kondisi kebakaran dan asap sudah sangat parah.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk memadamkan titik-titik api agar krisis lingkungan dan asap ini bisa segera berakhir.


































