Majalah Suara Harapan — Kamis, 10 Oktober 2026 menjadi hari yang penuh senyum bagi para petani di Kabupaten Kupang. Anggota DPR RI, Usman Husin, menyisir empat titik wilayah di Kupang Barat hingga Nekamese untuk menyerahkan langsung bantuan bibit jagung hibrida sekaligus mendengarkan jeritan hati warga di sawah dan ladang.
Perjalanan dimulai pukul 11:25 WITA di Kampung Kayu Putih, Desa Oematnunu, Kupang Barat. Di bawah terik matahari, sebanyak 36 kelompok tanitermasuk Kelompok Tani Uknaleo sudah berkumpul menyambut kedatangan Usman Husin. Untuk wilayah Kupang Barat, total bantuan bibit yang disalurkan mencapai 8 ton.
Di tempat ini, para petani menyampaikan keluh kesah mereka secara jujur. Lahan, alat tani, bibit, hingga pupuk memang dibutuhkan, tetapi ada satu yang paling krusial: air.
Usman Husin menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar membagi bantuan, melainkan untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Ia ingin memastikan aspirasi petani tercatat dan bantuan yang dikucurkan benar-benar sampai ke petani.
Perjalanan berlanjut ke titik kedua di Desa Sumlili pada pukul 13:00 WITA. Sebanyak 5 kelompok tani di desa yang memiliki potensi persawahan puluhan hektare ini menerima bantuan 1 ton jagung hibrida.
Tak berhenti di situ, pada pukul 14:30 WITA, Usman menyapa titik ketiga di Kelurahan Batakte. Sebanyak 4 kelompok tani (2 dari Batakte dan 2 dari Manulai 2) menerima alokasi bantuan 1 ton bibit jagung.
Menjelang sore, pukul 16:00 WITA, titik terakhir berlokasi di Aula BPP Nekamese, Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese. Sebanyak 14 kelompok tani yang tersebar di 7 desa berkumpul untuk menerima bantuan sebanyak 3,150 ton bibit jagung hibrida.
Dari pagi hingga sore, Usman Husin memilih untuk menyerahkan bantuan ini secara langsung. Baginya, turun ke lapangan bukan hanya soal membagikan bibit, tetapi memastikan tidak ada perantara yang menghambat hak para petani.
Kehadiran saya di sini adalah untuk menyerap aspirasi dan memastikan bantuan ini tepat sasaran sampai ke tangan Bapak dan Ibu sekalian, tutur Usman di hadapan para petani.


































