Majalah Suara Harapan – BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) telah menjadi ujung tombak pemberdayaan ekonomi di berbagai pelosok Indonesia.
Melalui pengelolaan usaha yang inovatif dan sinergis, BUMDes tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan asli desa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, mengoptimalkan potensi lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Artikel ini mengulas beberapa contoh BUMDes yang telah mencetak prestasi gemilang sekaligus memberikan analisis strategis dan inspirasi bagi desa lain untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka.
Kisah Sukses BUMDes
- BUMDes Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Kabupaten Klaten
BUMDes ini berhasil mencatat omzet mencapai Rp10,3 miliar. Keberhasilan Tirta Mandiri menunjukkan optimalisasi potensi sumber daya alam—khususnya pengelolaan air—serta pelayanan publik yang efisien, sehingga menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mengembangkan sistem ekonomi mandiri dan berkelanjutan.
2. BUMDes Tirtonirmolo, Desa Tirtonirmolo, Bantul
Mengusung konsep usaha simpan pinjam, BUMDes Tirtonirmolo telah menghasilkan omzet sebesar Rp8,7 miliar. Inovasi di sektor keuangan ini memberikan layanan kredit terjangkau, mendukung usaha mikro dan kecil, serta menggerakkan roda ekonomi desa secara signifikan.
- BUMDes Mandala Giri Amerta, Desa Tajun, Kabupaten Buleleng
Mengoptimalkan usaha simpan pinjam dengan omzet Rp5,1 miliar, BUMDes Mandala Giri Amerta menunjukkan bagaimana pengelolaan keuangan yang profesional dapat menciptakan ekosistem keuangan desa yang sehat dan inklusif.
- BUMDes Karang Kandri Sejahtera, Desa Karang Kandri, Kabupaten Cilacap
Sebagai suplier bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), BUMDes Karang Kandri Sejahtera mencatat omzet sekitar Rp3 miliar. Usaha ini mengintegrasikan desa ke dalam rantai pasokan industri, membuka peluang kerja, dan memperkuat peran desa dalam sektor energi nasional.
- BUMDes Bangun Jaya, Desa Rokan Hulu, Kabupaten Kampar
Menggabungkan usaha perkembunan dan simpan pinjam, BUMDes Bangun Jaya mencatat omzet Rp3 miliar. Strategi ini mendukung pertanian lokal sekaligus menyediakan layanan keuangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
6. BUMDes Sejahtera, Desa Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul
BUMDes Sejahtera mengembangkan usaha jasa wisata yang mengedepankan potensi alam dan budaya lokal. Dengan omzet mencapai Rp2 miliar, inovasi dalam sektor pariwisata desa dapat menjadi pendorong utama ekonomi sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya.
- BUMDes Bulan Purnama, Desa Landiri, Kabupaten Bangli
Mengusung usaha peternakan, BUMDes Bulan Purnama berhasil meraup omzet Rp1,6 miliar. Dengan pendekatan modern dalam pengelolaan ternak, usaha ini meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat desa.
- BUMDes Kayasari, Desa Pakisan, Kabupaten Buleleng
BUMDes Kayasari mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air melalui usaha pompanisasi, menghasilkan omzet sekitar Rp1,4 miliar. Layanan esensial ini mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari warga desa.
- BUMDes Srisadami, Desa Kedung Primpen, Bojonegoro
Fokus pada usaha sewa terop, BUMDes Srisadami mencapai omzet Rp1,3 miliar dengan menyediakan solusi bisnis yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan lokal.
- BUMDes Tunjung Mekar, Desa Tunjung, Kabupaten Buleleng
Dengan model usaha multifungsi—meliputi simpan pinjam, pembayaran listrik, dan toko grosir—BUMDes Tunjung Mekar mencatat total omzet Rp1,3 miliar, mencerminkan kemampuan adaptasi dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.
- BUMDes Panggung Lestari, Desa Panggungharjo, Bantul, DI Yogyakarta
Contoh inspiratif ini berawal dari inisiatif pengelolaan sampah melalui KUPAS dan telah mendiversifikasi unit usahanya ke bidang swadesa dan agrobisnis. Prestasi yang paling menonjol adalah penghargaan ASEAN Leadership Award pada tahun 2019, yang menegaskan inovasi dalam penerapan teknologi tepat guna dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
- BUMDes Ketapanrame, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto
Sebagai juara pertama lomba BUMDes 2020 di Jawa Timur, BUMDes Ketapanrame mengoptimalkan potensi sumber daya air pegunungan untuk menyediakan kebutuhan air bersih tidak hanya bagi desa, tetapi juga wilayah kota besar seperti Surabaya.
- BUMDes Binor Energy, Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo
Meraih juara kedua di lomba BUMDes 2020, BUMDes Binor Energy mengelola kawasan rest area di wisata Pantai Binor Harmony dan menyediakan usaha catering, memanfaatkan kemitraan strategis dengan sektor swasta untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
- BUMDes Delta Mulia, Desa Panempan, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan
Berkolaborasi dengan sistem pembiayaan syariah, BUMDes Delta Mulia mengembangkan inovasi penjualan barang dan sembako dengan model murabahah, menyediakan akses produk kebutuhan pokok secara terjangkau dan sesuai dengan kultur masyarakat lokal.
- BUMDes Au Wula, Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende (NTT)
Di era digital, BUMDes Au Wula tampil dengan inovasi pemasaran online melalui program “Dapur Kita”. Produk hortikultura dipasarkan secara digital untuk membantu petani kecil bersaing di pasar modern, sehingga menjadikannya masuk nominasi 10 besar BUMDes terbaik nasional.
- BUMDes Tujuh Maret, Desa Hadekewa, Kabupaten Lembata (NTT)
Menonjol dengan produk unggulan berupa ikan teri dalam tujuh varian, BUMDes Tujuh Maret memanfaatkan platform digital seperti Buka Lapak dan Shopee untuk menjangkau pasar yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan Masyarakat
- BUMDes Bandung Bondowoso, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro
Meraih penghargaan kategori “Cepat Tumbuh” di lomba BUMDes Jawa Timur 2023, BUMDes Bandung Bondowoso mengembangkan portofolio usaha yang beragam mulai dari perdagangan, wisata, hingga simpan pinjam, sehingga menjadi model inovatif pengembangan ekonomi desa.
- BUMDes Karya Mandiri, Desa Balung Kulon, Kabupaten Jember
BUMDes Karya Mandiri mendapatkan perhatian karena keberhasilannya dalam mengelola usaha pengelolaan sampah dan kerajinan kayu. Produk yang dihasilkan bahkan telah diekspor ke luar negeri, menandakan daya saing global inovasi di tingkat desa, dan menjadikannya nominasi 6 besar BUMDes berprestasi se-Jawa Timur.
Analisis dan Inspirasi Menuju Peningkatan Kinerja BUMDes. Dari kisah sukses di atas, terdapat beberapa pelajaran dan strategi yang dapat diadopsi untuk memajukan BUMDes di desa lain:
Diversifikasi Usaha dan Inovasi Produk
Pelajaran: Keberhasilan BUMDes seperti Tirta Mandiri, Mandala Giri Amerta, dan Tunjung Mekar menunjukkan bahwa diversifikasi usaha—mulai dari simpan pinjam hingga layanan multi-fungsi—mampu mengurangi ketergantungan pada satu sektor dan mengurangi risiko usaha.
Inspirasi: Desa dapat menggali potensi produk lokal yang belum tergarap dengan mengembangkan usaha unggulan berbasis kearifan lokal, sehingga membuka akses pasar baru dan meningkatkan nilai tambah produk.
Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi
Pelajaran: Inovasi digital terlihat jelas pada BUMDes Au Wula dan Tujuh Maret, yang memanfaatkan platform online untuk pemasaran dan transaksi.
Inspirasi: Pengintegrasian sistem digital, seperti e-commerce dan aplikasi keuangan, dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar BUMDes, terutama di tengah era transformasi digiDesa
Transparansi dan Akuntabilitas
Pelajaran: Pengelolaan keuangan yang transparan dan sistem monitoring yang terintegrasi membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta menarik minat investor dan mitra strategis.
Inspirasi: Implementasi teknologi informasi dalam sistem akuntansi dan evaluasi kinerja dapat menjamin pertanggungjawaban yang lebih baik, sehingga usaha BUMDes semakin profesional dan berdaya saing.*Kompas


































