Majalah Suara Harapan – Surat cinta kembali datang untuk ketiga menyoroti isu penting tentang prioritas penggunaan dana di Kabupaten Kupang.
Albert Lololau selaku penulis Surat Cinta mempertanyakan keputusan pemerintah untuk membiayai wisata rohani para pendeta ke luar negeri, sementara ratusan pegawai kontrak belum menerima gaji mereka selama dua bulan untuk tahap pertama dan tiga bulan untuk tahap kedua.
Ia menekankan bahwa biaya Miliaran perjalanan 40 Tokoh Rohaniwan ke Turkey tersebut dapat digunakan untuk membayar gaji yang jumlahnya jauh lebih besar.
Peristiwa ini menjadi kontras antara kehidupan para pendeta yang berwisata ke luar negeri, dengan kehidupan honorer pegawai yang berjuang untuk mendapatkan gaji mereka.
Kepemimpinan rohani haruslah menjadi teladan dalam kepedulian, dan pengorbanan seharusnya mendahului kenyamanan, tutup Lololau.

































