• Home
  • About
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 23, 2026
  • Login
  • Home
  • NewsHot!
    Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

    Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

    Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

    Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

    ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

    ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

    ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

    ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

    Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

    Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

    Mantan Bendahara DPRD Kabupaten  Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

    Mantan Bendahara DPRD Kabupaten Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

    Trending Tags

    • Sosok
      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

      Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Trending Tags

      • Nintendo Switch
      • CES 2017
      • Playstation 4 Pro
      • Mark Zuckerberg
    • Advertorial
      ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

      ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

      Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

      Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

      Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

      Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

      Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

      Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

      Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap  Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

      Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

      Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

      Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

    • Editorial
    • Opini
    • Rohani
    • E-MagazineBaru
    • Video
    • Foto
    No Result
    View All Result
    Majalah Suara Harapan
    • Home
    • NewsHot!
      Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

      Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

      Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

      Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten  Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      Trending Tags

      • Sosok
        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

        Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Trending Tags

        • Nintendo Switch
        • CES 2017
        • Playstation 4 Pro
        • Mark Zuckerberg
      • Advertorial
        ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

        ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

        Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

        Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

        Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

        Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

        Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

        Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

        Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap  Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

        Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

        Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

        Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-MagazineBaru
      • Video
      • Foto
      No Result
      View All Result
      Majalah Suara Harapan
      No Result
      View All Result
      Home Opini

      Perut Kenyang namun Otak Lapar

      by Suara Harapan
      3 bulan ago
      in Opini
      A A
      Perut Kenyang namun Otak Lapar
      135
      VIEWS
      Bagikan ke FacebookBagikan ke WA

      Majalah Suara Harapan – Anggaran pendidikan Indonesia hari ini ibarat air di waduk yang dialihkan ke pesta karnaval, sementara pipa-pipa menuju sekolah bocor, karat, dan tak pernah diganti. Di atas panggung, pemerintah menjanjikan “makan gratis” dengan slogan manis, tetapi di balik panggung, ruang-ruang kelas tetap retak, buku tetap mahal, dan kuliah masih menjadi mimpi yang harus ditebus dengan hutang, keringat orang tua, atau batal sama sekali.

      BacaJuga

      Gunung Es HIV di NTT: Saat Stigma Lebih Mematikan dari Virus

      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan

      Dibalik Papan Tulis: Realitas Gaji Guru Honorer dan Beban Kerja “24 Jam”

      Di negeri yang katanya “kaya sumber daya alam”, pendidikan justru diperlakukan seperti barang mewah, bukan hak dasar. Anak-anak diberi sepiring nasi, tetapi pintu perpustakaan dibiarkan berderit, laboratorium dibiarkan sunyi, dan guru tetap pulang dengan amplop gaji yang tipisnya seperti kertas ulangan.

      Guru dan dosen di negeri ini seperti akar yang menahan tanah peradaban agar tidak longsor, tetapi justru merekalah yang paling sering diinjak dan dilupakan. Mereka ditugasi mencetak generasi emas dengan gaji yang bahkan -tidak cukup- untuk memperbaiki atap rumah ketika bocor, sementara di sisi lain, anggaran raksasa dialirkan untuk program makan gratis yang menggerus pos pendidikan.

      Pendidikan tinggi melambung biayanya, orang tua harus menghitung setiap rupiah untuk UKT, sementara lulusan berhadapan dengan lapangan pekerjaan yang sempit bak pintu sempit di ujung lorong panjang. Ijazah menjelma tiket lotre -sudah dibeli dengan mahal, belum tentu menang nasib-.

      Di tengah hiruk pikuk itu, angka-angka kemiskinan tetap menghantui, sampai pada titik lembaga internasional pernah menggambarkan Indonesia dalam spektrum negara dengan kerentanan kemiskinan yang sangat besar, seolah kita hanya berdandan makmur di permukaan tapi lapar di dalam.

      Pertanyaannya menggema seperti gema di jurang -mengapa program makan gratis harus menyedot anggaran pendidikan? Mengapa biaya untuk mengisi piring tak diambil dari pos-pos lain yang selama ini gemuk oleh rente dan mark up, tetapi justru mencaplok ruang yang seharusnya diperuntukkan bagi buku, riset, dan peningkatan kesejahteraan guru? Bukankah logikanya terbalik -anak kenyang itu baik, tetapi lebih penting lagi anak cerdas, kritis, dan punya peluang hidup layak-.

      Baru kemudian program nutrisi diperkuat sebagai pelengkap, bukan dijadikan bintang utama yang menelan anggaran untuk otak. Dengan memaksa anggaran pendidikan menanggung beban program populis, pemerintah bagaikan orang yang menjual buku pelajarannya sendiri untuk membeli snack satu hari -mengenyangkan sesaat, tetapi merampas masa depan-.

      Kekayaan alam Indonesia berderet seperti daftar panen raksasa, emas, nikel, batu bara, gas, kayu hutan yang ditebang dari punggung gunung, sawit yang dibanggakan sebagai emas hijau. Namun, semua itu seolah hanya lewat sebagai angka ekspor dan laporan investasi, jarang kembali dalam bentuk anggaran pendidikan yang kuat dan berkeadilan.

      Emas mengalir keluar seperti pasir dari sela jemari, nikel diangkut bak karavan panjang menuju pabrik asing, kayu dari hutan deforestasi berubah jadi papan dan furnitur di negeri orang, dan sawit berdiri sebagai monumen devisa yang tak banyak menjawab soal mahalnya biaya kuliah atau kecilnya gaji guru. Seolah-olah negeri ini adalah dapur raksasa yang memasak untuk dunia, tetapi piring di meja ruang tamunya sendiri sering kosong dari ilmu dan kesempatan.

      Kebijakan yang mencabut anggaran dari pendidikan demi membiayai makan gratis adalah metafora telanjang tentang cara negara memandang warganya, sebagai perut yang perlu dibungkam, bukan sebagai kepala yang perlu dicerahkan.

      Pendidikan yang mahal, lapangan kerja yang sempit, guru dan dosen yang digaji rendah, semuanya adalah retakan di fondasi rumah besar bernama Indonesia. Alih-alih memperkuat fondasi dengan semen ilmu dan kesejahteraan pendidik, pemerintah sibuk mengecat dinding dengan program populis yang tampak indah di kamera.

      Dan pertanyaan yang tak dapat dihindari adalah: sampai kapan penguasa enggan menyentuh sumber dana sejati—hasil kekayaan alam—dan lebih memilih memotong dari pos yang sudah kurus? Sebab, dengan satu tanda tangan kebijakan, aliran uang bisa diarahkan untuk benar-benar memuliakan pendidikan.

      Dan dengan satu tanda tangan lain, pendidikan bisa terus dikorbankan demi tepuk tangan sesaat. Jika tanda tangan yang dipilih selalu yang kedua, jangan heran bila suatu saat nanti anak-anak negeri ini kenyang perutnya, tetapi lapar pengetahuannya, kosong kepalanya. Mereka berdiri di atas tanah kaya yang dikeruk habis, sambil menunduk dan mengikuti tunjuk penguasa.*Dilansir Katakita

      Tags: Perut Kenyang namun Otak Lapar
      Share54Send
      Previous Post

      Cerita di Balik Penangkapan Bupati Pati Sudewo: HP Direset hingga Strategi Geser ke Kudus

      Next Post

      Nasi Politik: Ketika Perut Anak Jadi Meja Bancakan Pejabat, Pajak Rakyat, Untung Siapa?

      BeritaTerkait

      Gunung Es HIV di NTT: Saat Stigma Lebih Mematikan dari Virus
      Opini

      Gunung Es HIV di NTT: Saat Stigma Lebih Mematikan dari Virus

      April 8, 2026
      116
      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan
      News

      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan

      Februari 9, 2026
      126
      Dibalik Papan Tulis: Realitas Gaji Guru Honorer dan Beban Kerja “24 Jam”
      Opini

      Dibalik Papan Tulis: Realitas Gaji Guru Honorer dan Beban Kerja “24 Jam”

      Februari 2, 2026
      116
      Next Post
      Nasi Politik: Ketika Perut Anak Jadi Meja Bancakan Pejabat, Pajak Rakyat, Untung Siapa?

      Nasi Politik: Ketika Perut Anak Jadi Meja Bancakan Pejabat, Pajak Rakyat, Untung Siapa?

      Stay Connected test

      • Trending
      • Comments
      • Latest
      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      April 12, 2025
      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Maret 8, 2024
      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Mei 10, 2024
      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Juni 4, 2024
      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      0
      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      0
      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      0
      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      0
      Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

      Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

      April 22, 2026
      Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

      Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

      April 22, 2026
      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      April 22, 2026
      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      April 22, 2026

      Recent News

      Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

      Institusi Pendidikan Keagamaan Kehilangan Esensi “Buah Roh” Dalam Praktik​

      April 22, 2026
      143
      Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

      Jalan Sulamu Masih Masa Pemeliharaan, Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Segera Perbaiki Titik Kerusakan

      April 22, 2026
      172
      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      April 22, 2026
      130
      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      April 22, 2026
      144
      • Home
      • About
      • Pedoman Media Siber
      • Redaksi

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      No Result
      View All Result
      • Home
      • News
      • Sosok
      • Advertorial
      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-Magazine
      • Video
      • Foto

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In