Majalah Suara Harapan – Kabupaten Kupang – Perjalanan demokrasi bukan hanya soal bilik suara di hari pencoblosan. Ia dimulai jauh sebelumnya, dalam sunyi, di antara tumpukan berkas administrasi dan langkah kaki yang menyusuri pemukiman warga.
Dilansir dari akun fanpage Facebook KPU Kabupaten Kupang Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kupang kembali turun ke lapangan, memastikan bahwa setiap nyawa yang berhak memilih tak sekadar menjadi angka yang hilang.
Melalui kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, KPU Kabupaten Kupang berupaya merapikan “rumah” demokrasi mereka.
Coktas kali ini memiliki misi spesifik: mengejar akurasi. Fokus utamanya adalah menyisir kategori pemilih tidak aktif dan data yang tidak padan. Seringkali, data administrasi berbicara satu hal, namun realitas lapangan berkata lain.
”Coktas dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi faktual di lapangan,” tulis pihak KPU dalam keterangan pada Facebook.
Langkah ini krusial untuk mengeliminasi pemilih yang mungkin sudah berpindah domisili, berubah status pekerjaan (seperti purnawirawan TNI/Polri), atau mereka yang telah tiada namun namanya masih bertengger di daftar pemilih.
Kabupaten Kupang adalah wilayah dengan dinamika kependudukan yang tinggi. Perpindahan warga antar-kecamatan hingga perubahan usia warga negara menjadi tantangan tersendiri. KPU menyadari bahwa pemeliharaan data tidak boleh berhenti hanya saat menjelang Pemilu.
Pemutakhiran berkelanjutan ini menjadi bukti konsistensi lembaga penyelenggara dalam memperhatikan hak warga negara yang baru memenuhi syarat usia sebagai pemilih pemula. Tanpa pemeliharaan yang rutin, hak suara mereka rentan terabaikan.
Selama dua hari penuh, tim bergerak di sejumlah wilayah yang menjadi titik fokus pemutakhiran. Wilayah tersebut meliputi:
Kupang Barat, Kupang Tengah, Kupang Timur, Nekamese, dan Taebenu
Pemilihan wilayah ini bukan tanpa alasan, mengingat mobilitas penduduk di area penyangga ibu kota kabupaten ini cukup cepat.


































