Majalah Suara Harapan – Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (Peppsi) NTT, Meidelzed Amtiran, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Kupang melakukan sensus dan pendataan ulang populasi sapi.
Dukungan itu disampaikan kepada Majalah Suara Harapan Sabtu 16/5/2026, menanggapi inovasi Dinas Peternakan Kupang yang menerjunkan 250 mahasiswa KKN untuk sensus rumah ke rumah.
Menurut Meidelzed, penurunan kuota izin keluar sapi setiap tahun bukan semata soal birokrasi.
Populasi berbicara tentang statistik. Di atas statistik mengacu pada data Kementerian Pertanian, dirjen peternakan dan kesehatan hewan,katanya.
Akibatnya, izin rekomendasi kurang. Dua tahun terakhir, peternak Kupang kesulitan mengirim sapi keluar daerah karena kuota terbatas.
Kalau data populasi sesuai realita, seharusnya tidak ada persoalan untuk mendapatkan izin. Sapi tersedia banyak, tapi data tidak terbaca, jelasnya.
Meidelzed menilai sensus yang sedang berjalan di Kabupaten Kupang adalah langkah tepat untuk mengupdate data populasi.
Kita beri kesempatan pemerintah mengupdate jumlah populasi sehingga dapat data akurat. Saat ini sudah terbangun usulan penambahan rekomendasi distribusi, ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar distribusi kuota tidak dipaksakan dibagi rata. Adil itu bukan merata. Adil itu proporsional. Pengusaha yang punya jaringan pasar besar otomatis mendapat jatah lebih besar. Kalau dipaksakan rata, justru merugikan, tegasnya.
Meidelzed menekankan, kunci utama kenaikan kuota adalah kejujuran data dari peternak.
Yang mendasar adalah jumlah rekomendasi yang sedikit. Kita perlu mendukung pemerintah melakukan kajian lebih baik. Peternak harus jujur memberikan data kepemilikan. Kalau ditutup-tutupi, yang rugi peternak sendiri, katanya.
Selama ini banyak peternak menutup data karena takut berdampak pada bantuan. Padahal, menurut Peppsi, data yang tertutup justru membuat kuota tidak naik dan harga sapi anjlok.
Peppsi NTT juga sudah membantu sosialisasi agar peternak terbuka.
Kalau data jujur, jumlah Rekomendasi banyak, harga di tingkat peternak naik. Ini yang menguntungkan peternak, pungkasnya.
































