Hari itu seharusnya menjadi hari yang penuh senyum di SMA Katolik Giovanni Kupang.
Lembaran laporan hasil belajar sudah menanti untuk melesatkan langkah David Salmon Raja Koroh yang akrab disapa Raja atau RK menuju bangku kelas XII. Di sekolah swasta terkemuka di Kota Kupang itu, masa depan Raja sedang dirajut. Namun, Tuhan memiliki rahasia yang tak seorang pun mampu tebak.
Pada pagi hari, Jumat 19 Juni 2026, dengan semangat seorang remaja yang hendak menjemput undangan rapornya, Raja menghidupkan motornya.
Langkah kakinya dari rumah adalah langkah menuju sekolah, namun di Jalan Timor Raya KM 17, Desa Noelbaki, sebuah kecelakaan hebat menghentikan perjalanannya.
Tepat pukul 10:00 WITA, petir menyambar hati keluarga besar ketika kabar dari ruang IGD Rumah Sakit Leona Kupang datang .
Bapak, Ibu, Kakak Kandung, dan seluruh keluarga bergerak cepat. Perjuangan medis yang maksimal telah diupayakan di RS Leona, namun Sang Pemilik Hidup rupanya punya rencana lain.
Di sela-sela embusan napas terakhirnya, Raja meninggalkan kenangan yang teramat dalam melalui untaian permintaan terakhir:
Raja sempat meminta kepada kakak tercintanya, Meggi Evanda Patrisia Koroh, S.Kep., untuk menghadirkan “Boy”—sapaan hangatnya untuk sang Bapak—dan “Efy”—panggilan sayangnya untuk sang Ibu di rumah.
Ketika Bapak tiba di rumah sakit, beliau sempat memegang erat tubuh putra tercintanya. Di dalam dekapan hangat itulah, Tuhan dengan lembut mengambil kembali apa yang menjadi kepunyaan-Nya.
Kepada Ibunya, Raja sempat meminta dibelikan sebuah tas kecil untuk menyimpan KTP, SIM, dan STNK motornya. Sang Ibu telah menyanggupi dengan penuh kasih sayang, namun Tuhan terlanjur memberikan “tas” yang lebih indah untuk jiwanya yang kini telah tenang.
Remaja kelahiran Oesao, 30 Mei 2009 ini dikenal sebagai sosok yang hangat. Sejak menamatkan TK pada 2014, SD pada 2015, SMP pada 2021, hingga melangkah ke SMA Giovanni, Raja adalah kebanggaan.
Ada satu impian masa mudanya yang belum sempat terwujud di dunia ini: Raja sangat ingin berkunjung ke Baun, Amarasi Barat, untuk melihat dari dekat rumah kerajaan di sana. Kini, Raja tidak lagi sekadar berkunjung ke rumah kerajaan dunia, melainkan telah disambut di Kerajaan Surga yang abadi.
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.
Kini, di hadapan jasadmu yang kaku, Kakak Megi, Bapak, Mama, para sahabat, dan seluruh keluarga besar berdiri dengan hati hancur namun penuh keikhlasan. Undangan rapor fisikmu mungkin tidak sempat engkau pegang, tetapi engkau telah menerima “Rapor Kehidupan” terbaik dari Tuhan Yesus Kristus.
Selamat jalan, David Salmon Raja Koroh. Selamat jalan, Sang Raja. Tugasmu di dunia telah usai, dan beristirahatlah dalam kedamaian abadi di rumah Bapa. Amin.


































