Oelamasi, Suara Harapan – Program Revolusi 5P (pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan, pariwisata) menurut Bupati Kupang, Korinus Masneno, telah berhasil menggenjot aspek produksi.
Tahapan selanjutnya adalah membangun industri pengolahan untuk memberi nilai tambah pada produk yang dihasilkan dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Jadi sekarang ini kita meletakkan dasar, tahapan ke depan kita harus masuk pada industri pengolahan, termasuk industri-industri rumah tangga yang berkaitan dengan Revolusi 5P itu,” ujar Bupati Korinus Masneno kepada Suara Harapan, Kamis (18/1).
Melalui industri pengolahan, bahan-bahan mentah yang dihasilkan diolah lebih lanjut menjadi produk jadi atau setengah jadi yang bisa memberi nilai tambah.
“Misalnya jagung yang kita produksi, jangan hanya dijual jagungnya saja tapi minimal bisa diproduksi menjadi kuliner atau pakan ternak,” terang Masneno.

“Sekarang ini pisang cavendish kita sudah menguasai mall-mall di kota Kupang, ini dipertahankan ke depan. Lalu bagaimana industri kecil bisa masuk sehingga bisa menghasilkan kuliner-kuliner lokal yang jenis produknya tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal di NTT tapi bisa didorong keluar daerah,” lanjutnya.
Menurut Masneno, Kabupaten Kupang punya potensi besar dari segi pasar karena berbatasan langsung dengan Kota Kupang. Sebagian besar produk pangan di Kota Kupang disuplai oleh Kabupaten Kupang. Peluang ini harus dimanfaatkan secara serius sehingga bisa memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat. (*)


































