Majalah Suara Harapan – Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Deasy Ballo Foeh, angkat bicara soal fenomena bermedia sosial yang semakin marak saat ini.
Ia menyoroti kebiasaan memviralkan segala hal, termasuk persoalan kecil yang sebenarnya masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Sekarang apa-apa serba di viralkan. Hal yang masih bisa diampuni juga dibuatkan video untuk di viralkan, alasannya efek jera, teks Deasy dalam postingan facebook.
Menurutnya, tren ini membuat empati dan kebijaksanaan perlahan hilang dari ruang publik.
Tak ada lagi hati yang bijaksana untuk memikirkan langkah orang lain ke depannya. Dunia ini berputar, ungkapnya.
Deasy juga mengingatkan bahwa sikap tidak mudah memaafkan ini bahkan terjadi di tengah masyarakat yang taat beribadat.
Taat beribadat juga sama saja karena hati kasih telah menjadi tawar, katanya.
Ia mengingatkan bahaya dari konten yang diunggah tanpa pertimbangan.
Berapa harga yang diambil, sepotong videomu dapat membunuh orang lain, tegas Deasy.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk merenungkan dampak dari setiap unggahan.
Hari ini kamu puas, sulit mengampuni orang lain. Bagaimana saat waktu berputar untukmu? tanyanya.
Pernyataan ini disampaikan Deasy sebagai bentuk keprihatinan terhadap budaya digital yang semakin mengabaikan nilai kemanusiaan dan etika bermasyarakat.































