KUPANG TIMUR, SH – Kepala Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Ardyzed Nalle, mengungkapkan tekadnya untuk mengembangkan dua potensi unggulan desa, yaitu pertanian dan peternakan. Menurutnya, kedua sektor ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan desa.
“Saat ini program yang sudah berjalan adalah saluran irigasi dan jalan tani. Namun, masih ada kendala dalam menyatukan potensi pertanian dan peternakan, karena ada perbedaan pendapat di masyarakat,” ujar Ardyzeda kepada Suara Harapan beberapa waktu lalu.
Untuk mengatasi hal ini, Ardyzed menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyusun Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban ternak. Perdes ini akan mengatur zonasi wilayah untuk pertanian dan peternakan, sesuai dengan potensi unggulan masing-masing wilayah.
“Di dalam Perdes itu sudah diatur wilayah-wilayah yang fokus peternakan, ada wilayah yang fokus pertanian sesuai potensi unggulan wilayah itu, kemudian dengan mayoritas profesi masyarakat di situ,” jelas Ardyzed.
Selain itu, Ardyzed juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya mengatasi kekurangan jalan usaha tani dan irigasi di beberapa lahan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan produktivitas pertanian.
“Kita berharap agar dua potensi desa ini tidak boleh hilang salah satu. Kita tidak boleh hidup hanya dari satu sumber, karena itu tidak akan optimal. Dengan mengembangkan pertanian dan peternakan, kita bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” terang dia.
Upaya Penanganan Stunting
Selain fokus pada pertanian dan peternakan, Ardyzed juga mengungkapkan komitmennya untuk menurunkan angka stunting di Desa Nunkurus. Desa Nunkurus pernah memiliki angka stunting tertinggi kedua di Kabupaten Kupang, yaitu 119 kasus.”Tahun 2022, kami bagikan 2600 ekor ayam KUB kepada seluruh masyarakat,” jelas Ardyzed.
Pembagian ayam ini bertujuan untuk pencegahan stunting dan pemberdayaan masyarakat. Untuk pencegahan stunting juga pemerintah desa melakukan pembagian bibit tanaman gizi dan pengadaan alat kesehatan.
Selain itu, Ardyzed juga menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Puskesmas Naibonat untuk memberikan Formula 100 berupa susu, gula, dan minyak kepada anak-anak stunting.
Ia berharap agar masyarakat dan pemerintah desa dapat bersatu padu untuk mewujudkan visi dan misi desa. Ia yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, Desa Nunkurus dapat mencapai kemajuan di berbagai bidang.
“Saya berharap ketika selesai masa jabatan, paling tidak ada perubahan di bidang pertanian dan peternakan,” kata Ardyzed.
Namun, ia juga menyadari bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, BUMDes memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli desa.
“BUMDes di Desa Nunkurus belum aktif karena masih ada kendala administrasi. Kami sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah ini dan mengaktifkan kembali BUMDes,” jelas Ardyzed.
Ardyzed juga berharap agar pemerintah dapat membantu mengatasi masalah kelangkaan pupuk yang dihadapi petani. Ia yakin bahwa dengan dukungan dari semua pihak, Desa Nunkurus dapat mencapai potensi terbaiknya.
Bendungan Uel: Mimpi Besar untuk Masa Depan
Salah satu mimpi besar Ardyzed untuk Desa Nunkurus adalah pembangunan bendungan Uel. Bendungan ini diharapkan dapat mengatasi kekeringan dan menghidupkan kembali lahan sawah yang sudah tidur selama 18 tahun.
“Kami sudah bangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait, seperti dinas PUPR, BP4D, dan Dinas Pertanian untuk pembangunan bendungan Uel. Kami berharap mimpi ini bisa segera terwujud,” katanya. (*)

































