Kupang, Suara Harapan – Adanya rencana untuk menerapkan kurikulum merdeka sebagai kurikulum nasional mulai tahun ajaran 2024/2025 mendapat respon dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Eliazer Teuf, dinas pendidikan pada prinsipnya siap menjalankan apapun keputusan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
“Kita menunggu saja keputusan resmi dan arahan dari Kemendikbud Ristek,” kata Teuf kepada Suara Harapan, Senin (4/3/2024).
Teuf menjelaskan bahwa kurikulum merdeka sudah diterapkan secara bertahap oleh beberapa sekolah di Kabupaten Kupang sejak dua tahun terakhir.
“Saat ini, 67 dari 367 SD dan 33 dari 171 SMP di Kabupaten Kupang telah menerapkan Kurikulum Merdeka,” ungkapnya.

Sebagai persiapan menyambut implementasi Kurikulum Merdeka di tahun ajaran baru, pihaknya akan mengadakan bimtek di tingkat kabupaten untuk kepala sekolah dan di tingkat kecamatan untuk guru-guru.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kemendikbud Ristek dijadwalkan akan meluncurkan pengesahan Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional.
“Bulan Maret ini insya Allah (diluncurkan)” kata Pengembang Ahli Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Ristek, Taufiq Damardjati, Selasa (27/2/2024).
Terkait masih banyaknya guru yang saat ini belum menggunakan Kurikulum Merdeka, kata Taufiq, nantinya akan diberikan waktu untuk melakukan peralihan.


































