KUPANG, SH – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Amin Juariah, merespons cepat terkait serangan hama ulat bawang yang mengancam puluhan hektar lahan bawang merah di Desa Bone, Kecamatan Nekamese.
Pihaknya segera menurunkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) untuk mengatasi masalah ini.
“Kami telah menurunkan petugas POPT ke Desa Bone untuk menangani serangan hama ulat bawang ini,” ujar Amin.
Amin Juariah menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan pestisida siklon kepada kelompok tani Kanaan di Sumlili yang juga terdampak serangan ulat gerayak.
“Serangan hama ini memang sangat berat. Kami menganjurkan petani untuk segera memanen tanaman bawang merah yang sudah cukup umur, sementara yang masih berumur di bawah satu bulan sebaiknya menggunakan siklon dan fenita sebagai pengendalian,” ungkapnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Kupang juga memberikan bantuan pestisida kepada petani yang terdampak, namun karena keterbatasan stok, tidak semua petani bisa mendapatkannya.
“Kami anjurkan petani melakukan pengendalian hama secara serentak sambil kami terus memantau efektivitas penggunaan siklon,” kata Amin.
Amin Juariah mengakui bahwa penggunaan bahan kimia yang berlebihan membuat hama ulat semakin kebal, sehingga populasinya meningkat pada musim ini.
Serangan hama serupa juga pernah terjadi pada tahun 2018.Untuk penanganan lebih lanjut, Dinas Pertanian Kabupaten Kupang akan berkoordinasi dengan Brigade Proteksi Provinsi NTT.
“Kami berharap dengan kerja sama semua pihak, masalah serangan hama ulat bawang ini dapat segera teratasi,” pungkas Amin. (*)


































