Majalah Suara Harapan – Suasana di Sulamu dalam bahtera rumah tangga Hengky Loden yang adalah Anggota DPRD Kabupaten Kupang bersama Istrinya saat ini terasa berbeda.
Tidak ada lagi ketegangan yang sempat menyita perhatian publik Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu. Di Kelurahan Sulamu, di balik dinding yang pernah menyaksikan keretakan, sebuah babak baru sedang dijahit kembali
Hengky F. Loden, sosok yang namanya sempat menghiasi tajuk berita karena urusan pelaporan dan penggerebakan oleh Polda NTT, kini tak lagi berdiri sendiri.
Di sampingnya, sang istri wanita yang menjadi jangkar bagi tiga anak dan tiga cucunya memilih untuk menurunkan ego.
Melalui dering Whatsap Jumat, (8 Mei 2026) terdengar narasi, kami sudah kembali satu atap, ujar sang istri dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa.
Kalimat sederhana ini lahir dari refleksi mendalam dengan pesan damai setelah badai yang melelahkan.
Keputusan Hengky untuk pulang bukanlah perjalanan satu malam. Bagi sang istri, ini adalah hasil dari dialektika batin yang panjang. Antara rasa sakit yang pernah ada dan komitmen masa depan yang harus dijaga.
Sang istri mengungkapkan bahwa ada pengampunan yang tulus karena adanya pengakuan maaf yang jujur dari Hengky. Maaf bukan lagi sekadar kata, melainkan kunci yang membuka kembali pintu rumah yang sempat terkunci.
Ia menambahkan, kehadiran tiga anak dan tiga cucu menjadi perekat yang tak terbantahkan.
Bagi sang istri, kebahagiaan mereka adalah prioritas yang melampaui rasa perih di masa lalu.
Ibu sudah benar-benar mengampuni Pak Hengky, suami ibu yang tercinta, tegasnya. Kata tercinta yang terselip di sana menjadi penanda bahwa meski luka pernah menganga, kasih sayang belum sepenuhnya sirna.
Meski kemesraan mulai tampak, sang istri menunjukkan bahwa ia bukanlah sosok yang naif. Pengampunan diberikan, namun kewaspadaan tetap dipelihara. Hal ini terbukti dengan satu fakta hukum yang masih menggantung, Laporan di Polda NTT belum dicabut.
Sang istri secara jujur mengakui bahwa ia masih ingin melihat pergerakan sang suami ke depan.
Ibu masih mau lihat pergerakannya Pak Hengky ke depan. Ibu mau pastikan ini benar-benar berubah.
Rumah tangga tidak selalu mulus, tapi seperti kata sang istri, jika ada niat untuk berubah, Tuhan akan selalu membuka jalan.
Kini, publik Kabupaten Kupang tidak lagi melihat drama pelaporan, melainkan sebuah proses penyembuhan yang sedang berjalan.


































