Majalah Suara Harapan – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, meminta PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak hanya menyampaikan besaran stok pupuk di gudang, tetapi membuktikan distribusi benar-benar merata dan dapat diakses petani hingga pelosok Nusa Tenggara Timur.
Pernyataan itu disampaikan Usman menanggapi klaim PT Pupuk Indonesia yang menyebut stok pupuk di NTT aman dan mencukupi pasca peninjauan di Gudang Penyangga Lini II Kupang.
Menurut Usman, kepastian stok adalah kabar baik yang patut diapresiasi. Namun ukuran keberhasilan penyaluran pupuk bukan pada jumlah di gudang, melainkan sejauh mana pupuk sampai ke tangan petani saat musim tanam.
Jangan Hanya Pamer Stok
“Jangan hanya pamer stok. Yang ingin diketahui petani adalah apakah pupuk tersedia ketika mereka membutuhkan. Gudang penuh tidak otomatis berarti petani sudah terlayani,” tegas Usman.
Ia menilai tantangan terbesar penyaluran pupuk di NTT justru ada pada aspek distribusi. Sebagai daerah kepulauan, kondisi geografis NTT membuat penyaluran ke desa-desa dan sentra pertanian butuh pengawasan serius.
“NTT berbeda dengan daerah lain. Distribusi ke pulau-pulau kecil membutuhkan perhatian khusus. Jangan sampai laporan menyebut stok aman, tetapi di lapangan masih ada petani yang terlambat memperoleh pupuk,” katanya.
Minta Data Distribusi Dibuka ke Publik
Usman meminta PT Pupuk Indonesia membuka data distribusi secara transparan: mulai dari jumlah pupuk yang disalurkan ke setiap kabupaten, tingkat penebusan oleh petani, hingga wilayah yang masih alami kendala.
“Kalau perusahaan menyatakan distribusi sudah tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat sasaran, maka data itu seharusnya bisa dibuka kepada publik. Transparansi akan menjadi bukti pelayanan kepada petani memang berjalan baik,” ujarnya.
Komisi IV Akan Kawal Sampai Lapangan
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pertanian, Usman menegaskan akan terus mengawal penyaluran pupuk subsidi agar benar-benar bermanfaat bagi petani dan dukung peningkatan produksi pangan.
Ia dorong Pupuk Indonesia rutin turun ke kios pengecer, distributor, dan kelompok tani. “Evaluasi harus sampai lapangan. Dengarkan langsung suara petani, lihat kondisi di kios pengecer, baru kita tahu apakah distribusi benar berjalan sesuai laporan,” katanya.
Data Stok Pupuk NTT per Klaim PT Pupuk Indonesia:
1. Urea: 7.575 ton
2. NPK:4.625 ton
3. Organik: 75 ton
Usman berharap komitmen jaga stok dibarengi penguatan sistem distribusi dan pengawasan. “Tujuan akhirnya bukan sekadar stok tersedia, tetapi produktivitas pertanian meningkat karena pupuk benar-benar diterima petani tepat waktu, jumlah cukup, sesuai ketentuan,” pungkasnya.


































