Oelamasi, Suara Harapan – Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Albert Lololau, menyuarakan perlunya pemimpin yang bekerja dengan hati untuk memajukan daerah tersebut.
Lololau menekankan bahwa kecerdasan akademis bukanlah faktor terpenting, melainkan kepedulian dan kemampuan mengkoordinasi dengan baik.
“Pemimpin tidak perlu pintar-pintar amat lah. Yang paling penting adalah orang yang punya kemampuan bagaimana mengkoordinir semua yang ada dalam kabupaten ini untuk membangun dengan hati,” ujar Lololau, Sabtu (20/4).
Menurutnya, pemimpin yang ideal adalah mereka yang turun langsung ke lapangan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan mencari solusi bersama.
“Harus sering turun ke lapangan, merekam secara langsung, oh di sini butuhnya ini, ini masalahnya di sini,” jelas Albert itu.
Lololau menilai program Revolusi 5P yang dijalankan oleh Pemkab Kupang selama masa pemerintahan Korinus Masneno dan Jerry Manafe terbilang baik, namun implementasinya masih belum maksimal.
“Programnya bagus, tapi implementasinya masih belum maksimal. Kita beri hanya sekian, taruh sedikit di sini, taruh sedikit di sini. Tidak akan kelihatan hasilnya,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa seharusnya program 5P difokuskan pada satu sektor per tahun untuk memaksimalkan dampaknya.
“Tahun pertama kita fokus P yang satu, misalnya pertanian. Taruh anggaran yang di situ. Tahun kedua, peternakan, sikat semua di situ. Itu baru kelihatan,” paparnya.
Lololau juga mengkritik netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kupang yang dinilainya tidak terjaga.
“Banyak ASN yang dimobilisasi untuk kepentingan politik. Kalau yang didukung si A dan yang menang si B, nanti mereka jadi bulan-bulanan,” ujarnya.
Dia berharap agar pemimpin baru di Kabupaten Kupang dapat bekerja dengan hati, mengutamakan kepentingan rakyat, dan menjaga netralitas ASN.
“Kita minta supaya ya harus netral. Karena ada aturan PP 94 tahun 2021 itu semuanya mengatur tentang disiplin PNS,” tegasnya. (*)


































