Rote Ndao — Debu di udara berbaur dengan gemuruh sorak-sorai ribuan pasang mata yang memadati arena.
Di tengah terik matahari Kamis, 2 Juli 2026 sebanyak 475 ekor kuda berpacu, membawa tidak hanya para penunggangnya, tetapi juga denyut nadi tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Gelaran Hus Kuda Cup II Usman Cup kali ini bukan sekadar perlombaan ketangkasan. Bagi masyarakat Rote Ndao, ini adalah pesta rakyat, sebuah panggung di mana budaya, persatuan, dan kegembiraan melebur menjadi satu.
Kehangatan momentum ini turut dirasakan langsung oleh Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P. Hadir di tengah-tengah massa, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme luar biasa dari warga yang tumpah ruah menjaga warisan leluhur mereka.
Pesta budaya ini bukan hanya hiburan, tapi juga wujud persatuan, kegembiraan, dan tempat kita berpesta bersama. Budaya di sini sudah menjadi milik bersama, termasuk saya, ujar AKBP Mardiono hangat.
Bagi Mardiono, Hus Kuda bukan lagi pemandangan yang asing. Ia mengaku telah mengenal erat tradisi berkuda khas Rote ini sebagai identitas yang kuat. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lelah merawat dan mempertahankan pagelaran yang lahir dari keringat dan filosofi nenek moyang tersebut agar tak lekang oleh zaman.
Kapolres secara khusus menyoroti peran Usman Husin, sosok yang secara konsisten berdiri di garis depan untuk mengamankan, memfasilitasi, sekaligus mengajak warga menikmati hiburan budaya ini dengan aman dan penuh suka cita.


































