
Suara Harapan – Bencana meletusnya gunung lewotobi pada minggu (03/11/2024) lalu dan diikuti letusan-letusan susulan telah mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Aksi galangan donasi dilakukan di sejumlah daerah, begitu juga di Adonara Barat. Bermodal semangat dari jiwa muda, komunitas Orang Muda Waiwadan Peduli melakukan sejumlah aksi galang donasi. Mulai dari membentang spanduk-spanduk peduli lewotobi di jalan, mengumpulkan donasi dari rumah ke rumah, menggelar pertemuan orang muda, hingga mencari bantuan transportasi pengantaran donasi ke posko bencana.
“Rasa solidaritas yang begitu tinggi pada anak muda dan dukungan dari orang-orang tua Waiwadan, akhirnya kami dapat menyalurkan bantuan ke posko pada hari ini” Ungkap Piter Lewotapo, ketua komunitas Orang Muda Waiwadan Peduli.

Donasi dari masyarakat Waiwadan tersebut disalurkan pada minggu (17/11/2024) di 2 posko yakni di desa Ilegerong dan desa Bokang. Sejumlah orang muda di desa waiwadan turut berpartisipasi langsung mengantarkan donasi tersebut kepada pengungsi.
Kepada Suara Harapan, Piter Lewotapo menuturkan bahwa komunitas Orang Muda Waiwadan Peduli membawa bantuan berupa sayur-sayuran, pakaian harian, pakaian dalam, popok, pembalut, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi dan minuman ringan untuk anak-anak. Beberapa barang dibuat di dalam bingkisan dan diberikan langsung kepada para pengungsi.
“Semoga dengan bantuan ini, dapat meringankan beban saudara-saudari kita yang terkena dampak erupsi lewotobi. Mereka telah kehilangan rumah dan pekerjaan, ada pula yang kehilangan keluarga. Mereka layak dibantu.” Lanjut Piter menjelaskan dengan penuh haru.
Selain memberikan donasi, orang muda waiwadan juga melakukan trauma healing kepada anak-anak di posko pengungsian.
“Mereka (anak-anak) sangat bahagia. Senyum ceria terpancar di wajah mereka ketika bersama kami,”
Turut serta mendampingi rombongan, Havi Bahi selaku pembina mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat waiwadan yg telah memberikan donasi kepada warga yang terkena dampak erupsi gunung lewotobi.
“Terimakasih kepada masyarakat waiwadan yang sudah mendukung kami dalam penggalangan donasi, juga untuk bantuan transportasi. Puji Tuhan, semua berjalan dengan lancar” Ujar Havi.

“Secara khusus kami haturkan limpah terima kasih atas bantuan kendaraan dari saudara Upik Fernandes, Carles Riantobi, Ibu Merlin Monteiro, dan bapak Zakarias Paun. Berkat bantuan mereka, kami tidak kesulitan mengantarkan bantuan meskipun harus nyebrang lintas pulau dari Adonara” Lanjut Havi
Setelah menyakurkan donasi dan meberikan trauma healing di posko Ilegerong dan Bokang, Orang Muda Waiwadan Peduli melanjutkan perjalanan ke desa Klatanlo untuk bersiarah ke makam almahrum bapak Sius Lajar dan keluarga, keluarga yang meninggal akibat letusan gunung lewotobi.
Pukul 16.30 WITA orang muda waiwadan bergerak dari Klatanlo menuju Larantuka kemudian menyebrang kembali ke Adonara lewat penyeberangan Tobilota. *LP
































