Pemerintah adalah Hamba Allah untuk Kebaikan
Rumah 13:1-7
Majalah Suara Harapan – Ada peribahasa terkenal bunyinya, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” yang mengandung makna bahwa seseorang sudah sepatutnya mengikuti dan menghormati peraturan, norma, bahkan adat istiadat di mana ia pergi atau tinggal.
Seseorang harus menghargai peraturan, dan itulah mengapa pemerintah hadiruntuk mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat dan banyak orang.
Pemerintah ada untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan kesejahteraan semua orang.
Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus antara tahun 56-58 Masehi yang ditujukan kepada orang-orang Kristen di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Nero sebelum terjadi pembantaian kepada orang-orang Kristus (sekitar tahun 64 Masehi).
Menurut Paulus, dalam surat Roma13:1-7, keberadaan pemerintah sebagai hamba Allah tampak dalam dua hal,yaitu:(1) Pemerintah ditetapkan oleh Allah untuk melakukan kebaikan bagi masyarakat; (2) Pemerintah bertugas atas nama Allah untuk mengurangi angka kejahatan dan menghukum orang jahat. Warga negara, terutama orang percaya wajib memberi hormat kepada pemerintah jika dua tugas ini dikerjakan dengan baik.
Kalau dua hal ini tidak dikerjakan pemerintah, maka sikap orang Kristen yaitu mendoakan pejabat-pejabatnya, dan mengambil sikap kritis terhadap pemerintah.
Karena itu sebagai pemerintah yang dipercayakan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban, hendaklah kita menyadari bahwa kita adalah hamba Allah untuk mengerjakan kebaikan bagi kesejahteraan semua orang. Karena itu, kita perlu memiliki sikap nasionalisme-profetik dalam konteks berbangsa dan bernegara.


































