Majalah Suara Harapan – Di hadapan ratusan warga dari 11 desa di Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, NTT, saya bicara dari kegelisahan yang lama saya rasakan. Pendidikan di Nusa Tenggara Timur harus mengakar pada kekayaan daerah dan kebutuhan nyata rakyat.
Pendidikan harus terang: mengajarkan keterampilan yang menciptakan nilai di tanah sendiri, dari pengelolaan laut, budidaya ikan, teknik perikanan, hingga tata boga dan manajemen pariwisata.
Lihatlah lautan biru di depan mata kita. Di sana bersembunyi kerapu, kakap, lobster incaran pasar dunia. Garam membentang putih di pesisir, menunggu tangan terampil mengolahnya. Tapi saya sedih, pendidikan kita masih enggan menyentuh potensi luar biasa ini.
Masih banyak yang terpesona pada secarik kertas bernama ijazah, bermimpi jadi pegawai negeri, padahal Tuhan telah menyediakan ladang rezeki tak terbatas di sekitar kita. Jangan bangga pada nilai rapor anak. Banggalah ketika mereka pulang dengan ilmu yang bisa mengubah garam menjadi emas putih, mengolah ikan hingga tembus pasar ekspor.
Percayalah, NTT ini tidak miskin. Yang miskin cara pandang kita. Karena dengan ilmu yang tepat, dengan potensi yang digarap sungguh-sungguh, saya yakin kemiskinan di tanah yang kita cintai ini hanya akan menjadi kenangan.*Sipers VBL


































