Visi Usman Husin melestarikan budaya leluhur sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika budaya hidup, wisatawan datang. Ketika wisatawan datang, UMKM Rote tumbuh
Rote Ndao, Majalah Suara Harapan – Kamis, 2 Juli 2026, Desa Busalangga Barat di Kabupaten Rote Ndao tidak sekadar menggelar festival biasa.
Melalui Hus Kuda Usman Husin Cup II, wilayah terselatan Indonesia ini menegaskan posisinya di peta pariwisata budaya dunia, bahkan telah mendapatkan rekor MURI.
Event ini sukses besar, tidak hanya memikat masyarakat lokal, tetapi juga berhasil membius perhatian wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan budaya Rote.
Sebanyak 475 ekor kuda turun ke arena, menampilkan ketangkasan para penunggangnya yang menyatu tanpa sekat dengan alam. Debu mengepul, sorak warga menggelegar.
Di sela pacuan, atraksi Silat Kampung dan Tarian Kebelai. Gerakan dinamis pesilat dan lembutnya tarian penari Kebelai membuat ribuan mata menyaksikan.
Terpantau Media Suara Harapan di antara ribuan penonton, tampak wajah-wajah turis asing. Kamera mereka membidik setiap momen pergerakan pesilat, derap langkah kuda, hingga senyum ramah penari Kebelai.
Bagi wisatawan internasional ini, yang mereka saksikan bukan sekadar tontonan. Melainkan warisan budaya yang masih hidup dan bernapas.
Kehadiran wisatawan asing di Busalangga Barat jadi bukti: Hus Kuda Usman Husin Cup II telah naik kelas. Ini bukan lagi ritual lokal, melainkan magnet wisata budaya Rote Ndao yang bersaing di panggung internasional.
Ini sejalan dengan visi Usman Husin melestarikan budaya leluhur sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika budaya hidup, wisatawan datang. Ketika wisatawan datang, UMKM Rote tumbuh.


































