• Home
  • About
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
  • Home
  • NewsHot!
    ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

    ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

    Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

    Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

    Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

    Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

    Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

    Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

    Kasus Pencurian Pisang Cavendish Kabupaten  Kupang, Korban Desak Polisi Tangkap Rudi dan Ruben

    Kasus Pencurian Pisang Cavendish Kabupaten  Kupang, Korban Desak Polisi Tangkap Rudi dan Ruben

    10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama, Didukung Program SIAP SIAGA

    10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama, Didukung Program SIAP SIAGA

    Trending Tags

    • Sosok
      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

      Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Trending Tags

      • Nintendo Switch
      • CES 2017
      • Playstation 4 Pro
      • Mark Zuckerberg
    • Advertorial
      Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

      Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

      Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

      Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

      Kejujuran Data Selamatkan Peternak

      Kejujuran Data Selamatkan Peternak

      ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

      ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

      Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

      Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

      Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

      Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

    • Editorial
    • Opini
    • Rohani
    • E-MagazineBaru
    • Video
    • Foto
    No Result
    View All Result
    Majalah Suara Harapan
    • Home
    • NewsHot!
      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

      Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

      Kasus Pencurian Pisang Cavendish Kabupaten  Kupang, Korban Desak Polisi Tangkap Rudi dan Ruben

      Kasus Pencurian Pisang Cavendish Kabupaten  Kupang, Korban Desak Polisi Tangkap Rudi dan Ruben

      10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama, Didukung Program SIAP SIAGA

      10 Kecamatan di Kupang Raih Status KENCANA Pratama, Didukung Program SIAP SIAGA

      Trending Tags

      • Sosok
        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

        Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Trending Tags

        • Nintendo Switch
        • CES 2017
        • Playstation 4 Pro
        • Mark Zuckerberg
      • Advertorial
        Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

        Mengaca pada Kaca Pecah KUD: Tantangan Pasar dan Uang Beredar di Balik Koperasi Desa Merah Putih, Catatan  Kritis Daniel  Hurek 

        Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

        Meidelzed Amtiran, Ketua Peppsi NTT Dukung Sensus Sapi di Kabupaten Kupang: Jujur Data, Naik Kuota, Harga Peternak Selamat

        Kejujuran Data Selamatkan Peternak

        Kejujuran Data Selamatkan Peternak

        ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

        ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

        Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

        Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

        Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

        Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-MagazineBaru
      • Video
      • Foto
      No Result
      View All Result
      Majalah Suara Harapan
      No Result
      View All Result
      Home Inspiratif

      Saya Cape, Jadi Orang Miskin” Tangis Wakil Bupati Kupang di Gereja Nonbaun: Ketika Sebuah Jabatan Tak Mampu Membendung Luka Lama

      by Suara Harapan
      3 bulan ago
      in Inspiratif, News
      A A
      Saya Cape, Jadi Orang Miskin” Tangis Wakil Bupati Kupang di Gereja Nonbaun: Ketika Sebuah Jabatan Tak Mampu Membendung Luka Lama
      384
      VIEWS
      Bagikan ke FacebookBagikan ke WA

      Majalah Suara Harapan – Nonbaun, Fatulelu Tengah (Jumat,05/03/26); – Sebuah jabatan adalah perisai. Ia melindungi pemiliknya dari hujan kritik dan panasnya tuntutan. Tapi Senin pagi itu, di Gereja Imanuel Nonbaun, perisai itu runtuh. Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, berdiri di mimbar bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai anak kampung yang lelah menyembunyikan lukanya. Dan ketika ia menangis, air matanya bukan jatuh ke pangkuan setiap tetesnya seperti pisau yang mengiris hati siapa pun yang mendengar.

      BacaJuga

      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Di luar gereja, mentari bersinar secerah seribu janji politik. Jalanan rusak, becek karena hujan semalamam beradu janji seperti biasa di kampung kecil itu. Tapi di dalam Gereja Imanuel Nonbaun, matahari tak mampu menembus duka yang tiba-tiba memenuhi ruangan.

      Ratusan warga, kepala desa, dan aparat kecamatan datang untuk musrenbang, agenda tahunan yang biasanya kering seperti dedaunan kemarau. Mereka datang dengan hati biasa, dengan pikiran yang mungkin melayang pada kebun atau ternak yang ditinggal. Mereka tak tahu bahwa hari itu mereka akan pulang dengan hati yang basah oleh tangis pemimpinnya sendiri.

      Wakil Bupati Aurum Titu Eki mengambil mikropon. Tangannya sedikit gemetar. Matanya sayu seperti langit sebelum hujan. “Saya bisa merasakan hal yang sama seperti bapa, mama…” Suaranya parau, seperti radio tua yang mulai kehilangan sinyal. “…karena saya juga merasakan didikan orang kampung.”

      Seketika, jarak yang membentang antara pelataran mimbar dan bangku gereja runtuh seperti tembok Yerikho. Ia bukan lagi Wakil Bupati. Ia adalah anak kecil yang dulu berlari tanpa alas kaki di jalan berbatu. Ia adalah remaja yang jajanannya hanya singkong rebus. Ia adalah mahasiswa yang kiriman orang tuanya tak pernah cukup. “Tapi saya bangga akan hal itu,” katanya, meski bibirnya bergetar seperti daun kena angin.

      Bangga. Sebuah kata kecil yang dipikulnya seberat gunung. Karena bangga jadi orang kampung berarti bangga pada luka yang membentukmu, tapi luka itu tetap luka, dan kadang, di saat yang tak terduga, ia berdarah lagi.

      Satu Kalimat yang Meremukkan Seribu Hati, Lalu datanglah kalimat itu. Sederhana. Pendek. Tapi bobotnya seperti batu granit yang dijatuhkan ke danau yang tenang. “Saya cape jadi orang miskin…” Ruangan membeku. Napas tertahan di seribu kerongkongan.

      Aurum menunduk. Tangannya meraih tisu-tisu kecil yang tak mungkin mampu menyerap semua air mata yang tumpah siang itu, apalagi air mata yang selama ini ditahannya diam-diam.

      “…karena memang kondisi di daerah semakin susah… dan kita pemerintah mengakui itu.”

      Pengakuan. Bukan dari rakyat, tapi dari pemerintah. Kata-kata yang tak pernah kita dengar di televisi. Tak pernah tercetak di spanduk-spanduk kampanye. Seorang pemimpin mengaku bahwa daerahnya sakit, bahwa rakyatnya merintih, dan bahwa ia tak bisa tidur nyenyak karena memikul semuanya.

      Seorang mama di bangku depan menangis. Di sebelahnya, seorang bapak tua menggenggam erat topi lusuhnya, bibirnya komat-kamit berdoa. Mungkin ia berdoa untuk kampungnya. Mungkin ia berdoa untuk pemimpin yang menangis di depannya. Mungkin ia berdoa untuk dirinya sendiri, yang juga capek jadi orang miskin.

      Setelah air mata sedikit reda, Aurum mencoba tersenyum. Senyum pahit yang lebih mirip perih yang dipaksakan. “Tapi itu bukan alasan untuk kita menyerah.” Ia memberitahu bahwa Bupati sedang di Jakarta. Sedang berjuang. Sedang menjadi teriakan yang sama bagi pemerintah pusat.

      “Apa yang kita teriak di sini, ‘pemerintah tidak peduli kami, pemerintah tidak lihat kami, pemerintah tidak tolong kami’, apa yang kita minta TUHAN tahu.” ia percaya ada telinga yang tak pernah tidur.

      “Kami juga sama seperti kita semua bapa mama di sini,” suaranya pecah lagi. ” Saya Punya orang tua semua . Kita punya anak-anak juga di sini yang hidup susah. Kami juga melakukan hal kepada pemerintah pusat. Kami mohon jalan keluar.”

      Di sini, di gereja kecil ini, batas antara pemimpin dan rakyat telah kabur seperti embus napas di kaca dingin. Mereka sama. Sama-sama orang tua yang risau memikirkan anak. Sama-sama anak yang risau memikirkan orang tua. Sama-sama manusia yang risau memikirkan hari esok.

      “Kami juga dilemma sebagai orang tua untuk satu Kabupaten Kupang.” Ia menghela napas. Napas panjang yang seolah mengeluarkan separuh beban dari dadanya, tapi separuh sisanya masih mengendap di sana, menggunung.

      “Ada hal-hal sebagai pemerintah agar kita yang bangun,” katanya, air mata masih mengalir seperti hujan yang tak kunjung reda. “Namun ada hal-hal yang bisa kita kerja secara gotong royong.” Ia tak memerintah. Ia mengajak. Ia tak menuntut. Ia merangkul.

      “Masalah isi perut kita sama-sama bangun pertanian, kita mau coba.” Kita mau coba. Tiga kata yang lebih jujur dari seribu janji manis. Karena coba berarti tak ada jaminan. Coba berarti bisa gagal. Coba berarti mereka akan berjuang bersama, dan jika jatuh, mereka akan jatuh bersama, lalu bangun bersama lagi.

      Menjelang akhir, ketika suaranya hampir habis dan air matanya sudah seperti sungai yang meluap, Aurum Titu Eki mengucapkan kalimat yang akan terus bergema di gereja itu, mungkin hingga generasi berikutnya.

      ” bapa.. mama..Jangan maki kami, tapi tolong doakan kami.”

      Kalimat itu lembut seperti kapas, tapi kekuatannya seperti badai. Ia tak meminta maaf karena tak ada yang salah. Ia tak membela diri karena tak ada yang dituduh. Ia hanya meminta satu hal yang bisa diberikan siapa pun secara cuma-cuma: doa.

      Seorang ibu muda di bangku belakang memeluk erat anaknya. Seorang bapak tua menunduk dalam-dalam, pundaknya bergetar. Di sudut ruangan, seorang pemuda mengusap matanya dengan lengan bajunya, malu-malu. Mereka tak akan memaki. Bagaimana mungkin memaki orang yang menangis di depan kita, mengaku lelah, dan hanya meminta doa?

      Saat Aurum Titu Eki turun dari mimbar, ia berjalan seperti orang yang baru selesai memikul salib. Wajahnya basah. Langkahnya gontai. Beberapa warga menghampiri, bukan untuk bersalaman atau minta foto, tapi hanya untuk menyentuh tangannya sebentar, seolah ingin berkata: Kami lihat, Kami dengar. Kami doakan.

      Di luar, matahari masih terik. Anak-anak mungkin masih bermain dengan ban bekas di pinggir jalan. Kemiskinan masih berdiam di kampung ini, seperti puluhan tahun lalu, seperti kemarin, seperti hari ini.

      Kemiskinan tak lagi sendiri. Karena ada pemimpin yang rela menangis di pelukan rakyatnya. Ada pemimpin yang tak takut mengaku letih. Ada pemimpin yang di balik jas dan dasinya, menyimpan hati seorang anak kampung yang tak pernah benar-benar pergi.

      Tuhan, kuatkan anak kampung ini. Ia sedang berusaha sekuat tenaga. Jika tangisnya bisa menjadi pupuk, jadikanlah ladang ini subur. Jika lukanya bisa menjadi air, siramilah tanah kering ini. Dan jika cintanya cukup besar, tolong bagikan pada semua anak kampung yang masih menunggu giliran untuk tersenyum.

      Karena hari itu, Desa Nonbaun bukan hanya saksi musrenbang. Desa Nonbaun adalah saksi bahwa kadang, cara terkuat untuk memimpin adalah dengan menangis. Dan cara terbesar untuk melayani adalah dengan mengaku: “Aku juga manusia.”

      Di ujung tangisnya, ada harapan yang mulai tumbuh. Kecil, mungkin. Rapuh, pasti. Tapi cukup untuk percaya bahwa esok, meski berat, layak diperjuangkan. Bersama dalam doa,
      dalam gotong royong, dalam air mata yang menjadi benih. (RB)Oleh: Roni Bone ( Repoter LPPL RSKK 100,8 FM )

      Tags: Kabupaten KupangWakil Bupati Aurum Titu Eki
      Share154Send
      Previous Post

      Jemput Aspirasi dari Rumah ke Rumah, Inisiatif Penyaluran Beasiswa PIP yang dilakukan oleh Stevano R. Adranacus di wilayah NTT

      Next Post

      Stok Beras Nasional Aman hingga 324 Hari ke Depan

      BeritaTerkait

      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang
      News

      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      Mei 30, 2026
      176
      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab
      News

      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Mei 29, 2026
      128
      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan
      News

      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Mei 29, 2026
      143
      Next Post
      Stok Beras Nasional Aman hingga 324 Hari ke Depan

      Stok Beras Nasional Aman hingga 324 Hari ke Depan

      Stay Connected test

      • Trending
      • Comments
      • Latest
      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      April 12, 2025
      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Maret 8, 2024
      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Mei 10, 2024
      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Juni 4, 2024
      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      0
      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      0
      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      0
      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      0
      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      Mei 30, 2026
      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Mei 29, 2026
      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Mei 29, 2026
      Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

      Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

      Mei 28, 2026

      Recent News

      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      ​Anggota DPR RI, Stevano R. Adranacus Bagi 1.800 Beasiswa PIP dan Revitalisasi 4 Sekolah Senilai Miliaran di Kabupaten Kupang

      Mei 30, 2026
      176
      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Konsolidasi Total, ​Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Sabu Raijua Dilantik, Yunus Takandewa Buka Musancab

      Mei 29, 2026
      128
      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Pembangunan KDMP di Noelbaki belum Terealisasi, Kades Desak Pusat Buat Skema Baru KDMP untuk Desa Tanpa Lahan

      Mei 29, 2026
      143
      Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

      Mengurai Benang Kusut Pembangunan Koperasi  Desa Merah Putih di Desa  Tesbatan​ I

      Mei 28, 2026
      184
      • Home
      • About
      • Pedoman Media Siber
      • Redaksi

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      No Result
      View All Result
      • Home
      • News
      • Sosok
      • Advertorial
      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-Magazine
      • Video
      • Foto

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In