Majalah Suara Harapan – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pompanisasi, penguatan irigasi, serta penyediaan benih tahan kekeringan.
Selain itu, juga dukungan sarana produksi seperti pupuk, alat dan mesin pertanian, serta pengembangan lahan pertanian untuk menjaga stabilitas produksi.
Menurut Amran, beras adalah komoditas paling krusial karena menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. “Yang paling vital adalah beras. Karena kalau beras tidak ada, Republik ini bermasalah.
Makanya kita sebut pangan, karena komposisi beras dalam konsumsi kita hari-hari itu paling tinggi, 65-70% (adalah beras), tanpa sayur, tanpa telur, tanpa lauk lainnya,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026) .
Amran menjelaskan bahwa beberapa komoditas lain masih bisa saling menggantikan, namun tidak dengan beras. “Kalau daging tidak ada, masih bisa subtitusi ke telur. Telur tidak ada, masih bisa ke ikan. Tapi kalau beras tidak ada, ubi bisa, tapi itu bukan taste-nya, bedalah. Umumnya masyarakat Indonesia beras,” ungkapnya.


































