Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Rondo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap buruknya kualitas proyek rehabilitasi gedung sekolah pasca-bencana Seroja di wilayah NTT.
Majalahsuaraharapan.com- Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Rondo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap buruknya kualitas proyek rehabilitasi gedung sekolah pasca-bencana Seroja di wilayah NTT.
Winston menyatakan proyek yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini dikerjakan secara asal-asalan dan dapat membahayakan keselamatan siswa.
Dilansir dari laman sosial media, Rondo menegaskan bahwa Kementerian PUPR harus bertanggung jawab atas kualitas proyek yang mereka kelola. Sebagai anggota DPRD yang mewakili masyarakat NTT, ia merasa tanggung jawab untuk memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk rehabilitasi gedung sekolah benar-benar digunakan dengan baik dan menghasilkan hasil yang berkualitas.
Laporan buruk mengenai kualitas proyek ini menunjukkan adanya kesalahan dalam pelaksanaan program rehabilitasi pasca-bencana Seroja. Sebagai hasilnya, gedung sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar bagi siswa justru menjadi potensi risiko bagi keselamatan mereka.
Winston Mendesak Kementerian PUPR untuk bertanggung jawab atas hal ini adalah langkah yang tepat dan seharusnya dilakukan dengan serius. Masyarakat NTT berharap agar proyek-proyek pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dapat memberikan manfaat yang nyata dan terukur bagi mereka, terutama dalam hal pendidikan.
Dalam menghadapi isu ini, penting bagi pihak terkait, termasuk Kementerian PUPR dan DPRD NTT, untuk bekerja sama dalam memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan dilaksanakan dengan baik dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Hanya dengan kerja sama yang baik dan pengawasan yang ketat, masalah kualitas proyek seperti ini dapat dihindari di masa depan.
Situasi ini, dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, media, dan lembaga pengawas, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Hanya dengan adanya kerja sama dan kontrol yang baik, pembangunan di NTT dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Diharapkan Kementerian PUPR dapat segera menindaklanjuti masalah ini dengan serius dan memperbaiki kualitas proyek rehabilitasi gedung sekolah di wilayah NTT. Keselamatan dan kesejahteraan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan yang dilakukan, dan upaya perbaikan harus segera dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar di masa depan.*Referensi, akun resmi @Winston


































