Majalah Suara Harapan – Ratusan ret angkutan material yang belum dibayar oleh pihak ketiga, khususnya kontraktor dari CV. Cin*a Da*ai, menjadi sumber keluhan bagi para pemilik kendaraan dam yang telah bekerja keras dan memberikan jasa mereka.
Robertus Seran kepada Media menyampaikan Permasalahan dimulai dari proyek pengerjaan perkerasan jalan sepanjang tiga kilometer yang dinilai penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan perkembangan desa.
Namun, setelah dua bulan pengerjaan, para pengemudi yang mengangkut material masih belum menerima pembayaran. Situasi ini tidak hanya menunjukkan kegagalan dalam manajemen proyek tetapi juga menggambarkan dampaknya terhadap masyarakat lokal yang bergantung pada pekerjaan tersebut.
Rasa kecewa dan keluhan dari para pengemudi dam semakin meningkat, terutama ketika bayaran yang disepakati sebesar empat puluh lima ribu rupiah per ret masih belum direalisasikan.
Menurut Bertus, Tanggung jawab kontraktor dalam hal ini sangat dipertanyakan. Sebagai penggiat proyek yang seharusnya memenuhi kewajibannya, Dengan situasi seperti ini, kontraktor tidak hanya merugikan para pekerja, tetapi juga menambah beban sosial dalam komunitas.
Media telah berulang-ulang selama tiga hari kontak dengan Kepala Desa namun tidak memberikan respon, bahkan memilih diam
Ketika kepala Desa Pakubaun tidak merespon keluhan yang disampaikan, ini menunjukkan adanya kekosongan komunikasi dan kurangnya kepemimpinan dalam menangani masalah ini.
Keterlambatan pembayaran dapat mengakibatkan kesulitan finansial, terutama bagi pengemudi dam yang bergantung pada penghasilan dari pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi anggaran dan penggunaan dana dalam proyek-proyek pemerintah desa.


































