Oelamasi, Suara Harapan – Jika ada orang yang menolak SK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tahun 1989, di masa status PNS masih menjadi kebanggaan, tentu orang itu tergolong sedikit ‘gila’. Tapi tidak dengan Drs. Soleman Dethan. Pria kelahiran Tarus, 31 Maret 1953 ini nekad menolak SK itu dan memilih mengabdi di Yayasan Alfa Omega (YAO) GMIT.
Buah kegilaan itu dipetiknya sekarang. Tahun 2003 ia diangkat menjadi orang nomor dua di Yayasan Payung GMIT itu hingga 2014. Ia juga menjadi Ketua Yayasan Solidaritas Anak dan Perempuan (YASAP) tahun 2010 sampai 2015.
Materi selengkapnya ada di Majalah Cetak Suara Harapan. Hubungi Redaksi Suara Harapan 0822-4732-9954.




































