Majalah Suara Harapan — Memasuki hari kedua kegiatan Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan, politisi senior Esthon Foenay kembali membagikan pengalaman politiknya kepada generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan publik dan merawat persaudaraan di tengah dinamika demokrasi yang kian terbuka.
Dalam pertemuan tersebut, Esthon membagikan kisah inspiratif saat dirinya berhasil meraih sekitar 45.000 suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu tanpa melalui proses kampanye konvensional. Baginya, capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa esensi politik tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak baliho yang dipasang, seberapa besar dana yang dikeluarkan, atau seberapa gencar seseorang berkampanye.
”Pengalaman ini menjadi pelajaran bahwa kepercayaan rakyat adalah sesuatu yang sangat berharga. Politik adalah tentang bagaimana kita membangun kepercayaan dan menjaga amanah yang diberikan rakyat,” ujar Esthon melalui keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Ia juga berpesan kepada para pemilih pemula agar tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan sesaat. Generasi muda didorong untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, serta memiliki rasa tanggung jawab penuh dalam menentukan masa depan bangsa. Setiap suara, kata dia, memegang peranan krusial bagi arah pembangunan ke depan.
Selain mengajak pemilih untuk cerdas secara rasional, Esthon turut menyoroti pentingnya menjaga kerukunan sosial di tengah perbedaan pilihan politik. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam pesta demokrasi adalah hal yang wajar, namun hal tersebut tidak boleh sampai merusak tali persaudaraan antarsesama warga.
”Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi jangan sampai perbedaan itu memutus tali persaudaraan. Demokrasi seharusnya menyatukan kita dalam semangat membangun daerah dan bangsa, bukan membuat kita saling bermusuhan,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Esthon berharap lahir generasi muda yang bijak dalam menyikapi politik, mampu merawat persatuan, serta siap mengawal masa depan demokrasi Indonesia ke arah yang lebih matang dan bermartabat.


































