Kekisruhan Pimpinan IAKN Kupang, Jangan Jadi Contoh Buruk di Dunia Pendidikan
Oleh: Yupiter Loinati, M.Pd.
(Pemilik Media Suara Harapan & Alumni IAKN Kupang)
Majalah Suara Harapan – Kekisruhan yang melibatkan Rektor IAKN Kupang dan Mantan Rektor kini menjadi konsumsi publik serta bahan perbincangan hangat di media sosial maupun kehidupan bermasyarakat.
Perselisihan ini bahkan berlanjut ke jalur hukum melalui saling lapor di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT)
Rektor IAKN melaporkan dugaan kekerasan fisik, sementara Mantan Rektor melaporkan dugaan pembatalan pangkat.
Sebagai lembaga perguruan tinggi keagamaan Kristen, IAKN Kupang adalah rumah bersama tempat nilai-nilai keteladanan, etika, dan kebenaran disemaikan.
Sebagai figur publik dan akademisi senior, Rektor maupun Mantan Rektor seharusnya menjadi panutan bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat luas dalam mengelola perbedaan pendapat.
Konflik terbuka yang berujung pada proses hukum berpotensi merusak reputasi dan integritas institusi IAKN Kupang yang telah dibangun bersama.
Perbedaan pandangan dan persoalan administratif idealnya diselesaikan melalui ruang dialog, musyawarah, dan semangat kasih sesuai ajaran Kristiani yang menjadi fondasi kampus.
Penulis, baik dalam kapasitas sebagai alumni maupun dosen tamu, berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan atensi serius agar permasalahan ini segera diselesaikan secara bijaksana, adil, dan bermartabat.
Hukum dan aturan tetap harus ditegakkan, namun marwah serta nama baik pendidikan tinggi keagamaan di NTT harus menjadi prioritas utama yang dijaga bersama oleh kita semua, termasuk penulis.


































