Majalah Suara Harapan — Halaman Kantor Redaksi Media Suara Harapan tampak berbeda dari biasanya pada Sabtu sore, 29 Agustus 2026. Riuh tawa dan kehangatan mendadak menggantikan hiruk-pikuk aktivitas jurnalistik ketika satu per satu warga tiba dengan langkah pelan dan binar mata yang memancarkan seribu harapan.
Sore itu, pelataran redaksi menjelma menjadi ruang perjumpaan kasih. Para janda, duda, lansia, penyandang disabilitas, hingga anak-anak yatim piatu duduk berdampingan. Tak ada sekat, yang ada hanyalah suasana kekeluargaan yang erat saat Yayasan Mitha Peduli Bersama menggelar aksi berbagi santunan untuk masyarakat sekitar.
Kebutuhan pokok seperti beras, sabun dll diserahkan secara langsung tangan ke tangan. Bantuan sederhana ini menjadi penawar dahaga di tengah impitan ekonomi harian warga kurang mampu.
Suasana kian riuh saat giliran anak-anak dipanggil. Wajah-wajah polos itu mendadak sumringah ketika menerima paket perlengkapan sekolah lengkap dengan buku-buku tulis baru. Di atas lembaran kertas putih yang bersih itu, jemari mungil mereka mulai menggoreskan pena pertama sebuah simbol bahwa mimpi-mimpi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik tidak boleh padam.
Sunggingan senyum tulus dari para lansia dan guratan rasa syukur di wajah para penerima manfaat menjadi penanda nyata: kepedulian yang diulurkan dengan tulus selalu mampu memberi arti yang membekas mendalam.
Perwakilan Yayasan Mitha Peduli Bersama, Ameta, menegaskan bahwa aksi sosial ini murni didasari oleh niat tulus untuk hadir dan meringankan beban sesama yang kerap terpinggirkan.
”Kami datang bukan hanya untuk berbagi hari ini. Data para penerima manfaat yang terkumpul akan kami gunakan untuk merancang program bantuan yang lebih berkelanjutan ke depan,” ujar Ameta di sela-sela kegiatan.
Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Melianus Totos, Ketua RT 054. Mewakili warga, ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh Yayasan Mitha Peduli Bersama dan Media Suara Harapan.
”Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu warga kami, terutama kelompok rentan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan sinergi baik ini terpelihara secara konsisten,” ungkap Melianus Totos
Sore pun berangsur redup di Bukit Silas, namun kehangatan dari pelataran Redaksi Suara Harapan terus membekas. Hari itu, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: bahwa merajut senyum rakyat kecil tak selalu membutuhkan hal-hal besar cukup dengan kepekaan, kebersamaan, dan ketulusan untuk saling menyapa.


































