• Home
  • About
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 22, 2026
  • Login
  • Home
  • NewsHot!
    ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

    ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

    ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

    ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

    Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

    Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

    Mantan Bendahara DPRD Kabupaten  Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

    Mantan Bendahara DPRD Kabupaten Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

    ​Harapan di Balik Keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Kupang Jemput Bola demi Ujian Leni

    ​Harapan di Balik Keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Kupang Jemput Bola demi Ujian Leni

    Suara Persaudaraan dari Kader Banteng untuk Muscab DPC PKB Kota dan Kabupaten Kupang

    Suara Persaudaraan dari Kader Banteng untuk Muscab DPC PKB Kota dan Kabupaten Kupang

    Trending Tags

    • Sosok
      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

      Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

      Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

      Trending Tags

      • Nintendo Switch
      • CES 2017
      • Playstation 4 Pro
      • Mark Zuckerberg
    • Advertorial
      ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

      ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

      Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

      Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

      Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

      Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

      Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

      Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

      Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap  Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

      Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

      Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

      Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

    • Editorial
    • Opini
    • Rohani
    • E-MagazineBaru
    • Video
    • Foto
    No Result
    View All Result
    Majalah Suara Harapan
    • Home
    • NewsHot!
      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten  Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      ​Harapan di Balik Keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Kupang Jemput Bola demi Ujian Leni

      ​Harapan di Balik Keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Kupang Jemput Bola demi Ujian Leni

      Suara Persaudaraan dari Kader Banteng untuk Muscab DPC PKB Kota dan Kabupaten Kupang

      Suara Persaudaraan dari Kader Banteng untuk Muscab DPC PKB Kota dan Kabupaten Kupang

      Trending Tags

      • Sosok
        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Kisah Kades Naunu, Romao Soares Menjaga Kepercayaan Masyarakat

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Hari Raya Pentakosta bersama Oma Taroci Niab di Desa Fatumetan yang “Terabaikan” oleh Pemerintah

        Blusukan Ala Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes

        Desa Manusak, Pantulan, Fatukanutu, Pakubaun, Tunfeu, dan Batuinan Diakui BPKP Perwakilan NTT Sebagai Desa Percontohan Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Menghidupkan Asa Kisah Inspiratif Thobias Uly, Wakil Bupati Sabu Raijua

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Demas Koris Nubatonis Sosok Inspiratif Membangun Desa Oenuntono

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T., Siap Mengambil Tantangan yang Lebih Besar dengan Mencalonkan Diri sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang

        Trending Tags

        • Nintendo Switch
        • CES 2017
        • Playstation 4 Pro
        • Mark Zuckerberg
      • Advertorial
        ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

        ​Momentum Perayaan Nyepi, Idulfitri, dan Paskah 2026 Menjadi Spirit Usman Husin Berbagi

        Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

        Kontribusi Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H., M.Si. Sepanjang 2025 di Kabupaten Kupang

        Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

        Menakar Keberhasilan Lazarus M. Dillak dalam Mengatasi Stunting, Dari 75 Anak yang Mengalami Stunting, Saat ini Hanya Tersisa Satu Anak

        Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

        Simpatisan Hadiri MUSPIMCAB Dapil Kupang II DPC PKB Kabupaten Kupang Tahun 2025: Yakobus Klau; Membangun Keterlibatan Pemuda dan Masyarakat

        Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap  Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

        Arnolus Mooy, Ketua Fraksi PKB, Menyampaikan Catatan Terhadap Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah Kepemimpinan Bupati Yosef Lede

        Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

        Flobamora Tak Gentar: Ketika Perempuan Jadi Arsitek Ketangguhan

      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-MagazineBaru
      • Video
      • Foto
      No Result
      View All Result
      Majalah Suara Harapan
      No Result
      View All Result
      Home Opini

      Refleksi Tahun Kelima Kurikulum Merdeka Belajar

      by Suara Harapan
      2 tahun ago
      in Opini
      A A
      Refleksi Tahun Kelima Kurikulum Merdeka Belajar
      140
      VIEWS
      Bagikan ke FacebookBagikan ke WA

      Oleh: M. Aminudin*)

      Jakarta, Suara Harapan – Tahun 2024 ini adalah tahun terakhir Kabinet Jokowi jilid II.Dalam manajemen organisasi, terutama negara yang roda pemerintahannya dibiayai dari pajak rakyat, dituntut untuk melakukan evaluasi kinerja sebagai bagian penting untuk memberikan akuntabilitas pada publik atau rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

      BacaJuga

      Gunung Es HIV di NTT: Saat Stigma Lebih Mematikan dari Virus

      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan

      Dibalik Papan Tulis: Realitas Gaji Guru Honorer dan Beban Kerja “24 Jam”

      Dengan evaluasi bisa diketahui tingkat kemajuan yang sudah dicapai dan bagian mana yang perlu dibenahi.Demikian juga di bidang pendidikan, di mana dalam lima tahunan terakhir mengeluarkan kebijakan baru yang disebut “Merdeka Belajar”.

      Secara umum, perbedaan dasar dengan Kurikulum 2013, penerapan Kurikulum Merdeka ini bersifat opsional, sehingga setiap sekolah mempunyai pilihan untuk menerapkan atau tidak.

      Jika Kurikulum 2013 dirancang berdasarkan tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan, Kurikulum Merdeka menambahkan pengembangan profil Pelajar Pancasila. Dalam hal jam pelajaran (JP), pada Kurikulum 2013 diatur per minggu, sedangkan Kurikulum Merdeka menerapkan JP per tahun.

      Kemudian alokasi waktu pembelajaran pada Kurikulum Merdeka lebih fleksibel daripada Kurikulum 2013 yang melakukan pembelajaran rutin per minggu dengan mengutamakan kegiatan di kelas. Dalam Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan aspek perilaku, sedangkan Kurikulum Merdeka lebih mengutamakan projek penguatan profil Pelajar Pancasila, kegiatan intrakurikuler, dan ekstrakurikuler.

      Adanya Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter pada program Merdeka Belajar diharapkan dapat mengarahkan seseorang pada kebaikan dan bisa mendorong lembaga pendidikan menghasilkan anak didik yang lebih spesialis, bukan generalis.

      Membangun karakter sama pentingnya dengan menguasai keterampilan literasi dan berhitung. Memiliki etika, seperti empati, toleransi, kasih sayang, kedermawanan yang dipadukan dengan kemampuan akademik diharapkan akan menciptakan generasi masa depan yang cerdas dan humanistik.

      Kurikulum baru ini mendorong siswa belajar bagaimana berkolaborasi dengan orang lain, bagaimana menghormati perbedaan, bagaimana bersikap adil, bagaimana mengendalikan amarah mereka, perundungan di sekolah dapat dikurangi. Dengan iklim pendidikan merdeka belajar diharapkan sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berinteraksi satu sama lain.

      Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar dalam Sidang Komisi X DPR RI pada 6 Maret 2024 menyampaikan capaian kinerja yang mendukung optimalisasi program Prioritas Nasional.

      Ia menjabarkan bahwa akses layanan pendidikan yang berhasil ditingkatkan cakupannya adalah Angka Kesiapan Sekolah, Angka Partisipasi Sekolah 7-12 tahun dan 13-15 tahun, dan Angka Partisipasi Kasar SMA/SMK/MA/SMLB/ Sederajat dan Perguruan Tinggi. Lalu, proporsi peserta didik yang memiliki nilai di atas batas minimum dalam asesmen kompetensi minimum untuk literasi dan numerasi juga mengalami peningkatan, seiring dengan peningkatan indeks kemahiran berbahasa Indonesia.

      Dalam hal digitalisasi pendidikan, terdapat 79.259 sekolah formal telah menerima bantuan TIK tahun 2020-2023 (Belanja Kemendikbudristek dan DAK Fisik), 1.382.512 perangkat TIK telah diberikan untuk mendukung program digitalisasi sekolah (dikdasmen), serta ada empat Platform Digital: Platform Merdeka Mengajar, Platform Kampus Merdeka, Platform Sumber Daya Sekolah, Platform Profil Rapor Pendidikan dan Manajemen Data serta Infrastruktur.

      Untuk Platform Merdeka Mengajar (PMM), sejumlah 3.540.856 log in pada Platform Merdeka Mengajar selama tahun 2023, 225.400 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka telah menggunakan PMM dengan cukup baik, 2.219.099 PTK yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka telah mengakses PMM, serta 267.024 PTK telah mengunggah 774 ribu lebih Bukti Karya pada PMM.

      Sementara itu, dalam pemanfaatan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah versi empat atau ARKAS, 392.709 atau 91,28 persen satuan pendidikan aktif menggunakan ARKAS (Satuan Pendidikan), 100 persen dinas aktif menggunakan MARKAS (Dinas Pendidikan), serta 53,63 triliun potensi anggaran BOS TA 2023 tercatat pada ARKAS.

      Terkait dengan Ekosistem Aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah disingkat SIPLah, terdapat 18 mitra pasar daring pada ekosistem SIPLah, 273.647 Satuan Pendidikan telah menggunakan ekosistem SIPLah, Rp13,8 triliun telah dibelanjakan melalui ekosistem SIPLah, 52 ribu penyedia barang/jasa telah terhubung dengan 18 mitra e-commerce SIPLah, serta 5,7 juta Produk tersedia pada SIPLah, baik produk umum maupun UMKM.

      Mengenai pembiayaan pendidikan, terdapat 14.891 siswa menerima bantuan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari tahun 2020 hingga 2023, 18.109.119 siswa mendapat bantuan PIP pada tahun 2023, 916.827 mahasiswa mendapat bantuan KIP Kuliah pada tahun 2023, serta 7.614 mahasiswa mendapat bantuan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

      Dari segi angka-angka rangkaian paket pendidikan era Merdeka Belajar sudah nampak terukur perkembangannya, tetapi sebagai produk kebijakan pendidikan yang bertujuan menghasilkan nilai tambah bagi sumber daya manusia, baik dari aspek ilmu pengetahuan, keterampilan, dan etika, maka parameter kemajuannya juga harus diukur dari perubahan yang dihasilkan oleh anak didik atau peserta didik, setelah menyelesaikan pendidikannya.Ada beberapa metode mengukur keberhasilan Merdeka Belajar, di antaranya adalah dengan mengumpulkan berbagai studi dan penelitian lapangan tentang implementasi kurikulum itu di berbagai wilayah Indonesia untuk ditarik generalisasi.

      Sebagian dari hasil penelitian itu sudah dipublikasi di Jurnal-jurnal ilmiah dan platform media lain. Di antara jurnal yang sudah memublikasi penelitian Merdeka Belajar itu adalah Publiciana VOLUME – NO – HAL 1 – 48 ISSN : 1979 – 0295 | E-ISSN : 2 berjudul “Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar dalam Rangka Peningkatan Hasil Belajar di SDN Wonorejo 274 Surabaya”, dengan hasil kesimpulan sebagai berikut:

      Pertama, program Merdeka Belajar relatif telah mengubah perilaku para aktor pemangku kepentingan dinamis. Hal ini terutama dapat dilihat dari kinerja kepala sekolah, termasuk wakil kepala sekolah dan guru, namun belum semua siswa, orang tua wali murid sudah bisa beradaptasi dengan kurikulum Merdeka Belajar ini.

      Kedua, pelaksanaan sosialisasi program untuk menyampaikan kebijakan kurikulum Merdeka Belajar telah dilakukan secara efektif. Penyampaian informasi tentang kurikulum ini kepada guru dan siswa dengan pendampingan kepala sekolah beserta wakil kepala sekolah telah dilaksanakan dengan baik.

      Ketiga, dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum Merdeka Belajar telah ditetapkan oleh pihak sekolah tentang tujuan program dalam bentuk Buku Panduan Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar, secara konsisten sesuai dengan tujuan program yang telah ditentukan sebelumnya.

      Keempat, perlu pemantauan terhadap pelaksanaan kurikulum secara periodik setiap triwulan atau tiga bulan sekali, bersamaan dengan persiapan pelaksanaan ujian sekolah. Hasil pemantauan ini telah dijadikan bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program kurikulum Merdeka Belajar.

      Metode lain untuk menganalisis capaian Merdeka Belajar adalah analisa pembelajaran lesson study sebagai hasil refleksi yang dikembangkan pertama kali di Jepang dan telah digunakan untuk melakukan perbaikan serta mengidentifikasi beberapa masalah, khususnya di Indonesia (Adieli et al., 2022).

      Para peneliti lesson study berpendapat bahwa metode yang digunakan mampu membantu pendidik untuk memahami tujuan dan bagian yang tidak memungkinkan dalam adaptasi yang menjadi dasar praktik budaya.

      Analisis lesson study, yaitu metode identifikasi untuk meningkatkan pembelajaran dengan tiga tahapan. Pertama, perencanaan (plan), yaitu merancang sebuah pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. Pada tahap ini pendidik di dalam kelas merancang sebuah kegiatan pembelajaran bersama para peserta didik di dalam kelas, sesuai dengan tema yang diharapkan dapat melatih kemampuan anak dalam berpikir. Pada perencanaan, peneliti melihat proses guru melakukan suatu perencanaan bersama anak-anak untuk membuat suatu perencanaan program kegiatan.

      Tahap kedua, yaitu pelaksanaan (do). Pada tahap ini guru dapat melaksanakan kegiatan di kelas hasil dari perencanaan bersama anak-anak.

      Tahap ketiga yang menjadi tahap terakhir, yaitu refleksi (see), setiap kegiatan yang dilakukan pada umumnya membutuhkan sebuah refleksi dan evaluasi dari hasil yang telah dilakukan.

      Dari ketiga tahapan tersebut dapat diberikan gambaran peningkatan pembelajaran terhadap pola pembelajaran yang diharapkan pada suatu lembaga pendidikan.

      Metode lesson study pernah digunakan untuk menganalisis implementasi Merdeka Belajar di TK Ceria Demangan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Hasilnya ditemukan beberapa aspek positif Merdeka Belajar, namun juga ada kebingungan pada anak didik ketika mereka harus mengutarakan usul untuk kegiatan pembelajaran pekan depan atau selanjutnya.

      Itu sudah pasti terjadi dimanapun karena otak manusia senantiasa berkembang untuk beradaptasi. Saat remaja, bagian otak yang berfungsi dalam pengambilan keputusan belum berkembang sempurna. Bagian tersebut adalah lobus frontal (pre frontal cortex) yang terletak tepat di belakang dahi. Selain berfungsi dalam pengambilan keputusan, lobus frontal juga mengatur perencanaan, spontanitas, konsekuensi, pemecahan masalah, empati, serta perilaku sosial dan seksual.

      Karena otak berkembang dari belakang ke depan, maka lobus frontal menjadi bagian otak yang terakhir berkembang sempurna, yaitu ketika seseorang berusia 25 tahun.

      Oleh karena itu memang sebaiknya pendidikan untuk anak-anak, terutama yang masih di PAUD dan TK, seharusnya tetap mengedepankan metode Pedagogy. Konsep ini menempatkan murid/siswa sebagai objek di dalam pendidikan. Mereka menerima pendidikan yang sudah diformat oleh sistem pendidikan dan diajarkan oleh guru/pengajar. Apa yang dipelajari, materi yang akan diterima, metode penyampaiannya, dan lain-lain, banyak tergantung kepada pengajar dan tergantung kepada sistem.

      Jika rekomendasi itu dilakukan, penerapan Merdeka Belajar ke depan akan menghasilkan peserta didik yang lebih baik lagi.

      *) M. Aminudin adalah peneliti senior di Institute for Strategic and Development Studies (ISDS), pernah menjabat sebagai Staf Ahli Pusat Pengkajian MPR RI tahun 2005 dan Staf Ahli DPR RI 2008

      Tags: KemendikburistekKementerian PendidikanKurikulum Merdeka BelajarMerdeka Belajar
      Share56Send
      Previous Post

      “Pulihkanlah Kami Dari Perasaan Sendiri Dan Sepi Dalam Pergumulan Hidup”, Renungan GMIT, Ibadat Minggu 17 Maret 2024

      Next Post

      Bupati Masneno Serukan ASN Kupang Terus Berkinerja dan Bersatu dalam Apel Terakhirnya

      BeritaTerkait

      Gunung Es HIV di NTT: Saat Stigma Lebih Mematikan dari Virus
      Opini

      Gunung Es HIV di NTT: Saat Stigma Lebih Mematikan dari Virus

      April 8, 2026
      116
      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan
      News

      Catatan Hari Pers Nasional 2026: Hari Pers atau Hari Pengingat Akan “Matinya” Ruang Harapan

      Februari 9, 2026
      126
      Dibalik Papan Tulis: Realitas Gaji Guru Honorer dan Beban Kerja “24 Jam”
      Opini

      Dibalik Papan Tulis: Realitas Gaji Guru Honorer dan Beban Kerja “24 Jam”

      Februari 2, 2026
      116
      Next Post
      Bupati Masneno Serukan ASN Kupang Terus Berkinerja dan Bersatu dalam Apel Terakhirnya

      Bupati Masneno Serukan ASN Kupang Terus Berkinerja dan Bersatu dalam Apel Terakhirnya

      Stay Connected test

      • Trending
      • Comments
      • Latest
      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      Empat Bulan, Honorer di Kabupaten Kupang belum Mendapatkan Upah

      April 12, 2025
      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Beredar Nama Kandidat Bupati dan Wabup Kupang, Siapa Saja Mereka?

      Maret 8, 2024
      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Ini Dia 14 Nama Bakal Calon Bupati dan Wabup Kupang yang Melamar ke Partai Nasdem

      Mei 10, 2024
      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Angelus Nitti, Bintang Matematika Baru dari Amarasi, Kabupaten Kupang

      Juni 4, 2024
      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      APP: Umat KUB St. Ignatius Loyola Berbagi Kasih

      0
      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      Temui Presiden Jokowi, Tokoh Masyarakat Adat Amfoang Minta Moratorium DOB Dicabut

      0
      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      Yakobus Klau dan Martinus Siki Siap Bawa Aspirasi Masyarakat

      0
      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      Bupati Kupang Beri Pesan dan Motivasi kepada Yupiter Loinati, Caleg Muda Kabupaten Kupang

      0
      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      April 22, 2026
      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      April 22, 2026
      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      April 22, 2026
      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten  Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      April 22, 2026

      Recent News

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      ​Catatan Pengesahan UU PPRT oleh Viktor Bungtilu Laiskodat

      April 22, 2026
      104
      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      ​Menjaga Hak Suara di Tanah Batu Karang, Sebuah Catatan dari Coktas KPU Kabupaten Kupang

      April 22, 2026
      110
      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      Bendahara DPC PDIP Kupang; Yayasan Ratu Cinta Damai Bukan Retorika, Tapi Aplikasi Nyata Perjuangan Kemanusiaan

      April 22, 2026
      166
      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten  Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      Mantan Bendahara DPRD Kabupaten Kupang Inisial EB Diduga Jadi Korban Penganiayaan

      April 22, 2026
      875
      • Home
      • About
      • Pedoman Media Siber
      • Redaksi

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      No Result
      View All Result
      • Home
      • News
      • Sosok
      • Advertorial
      • Editorial
      • Opini
      • Rohani
      • E-Magazine
      • Video
      • Foto

      © 2023 Suara Harapan Group - Diterbitkan oleh PT. Suara Harapan Group Nomor: AHU-031021.AH.01.30. Tahun 2024.

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In