Majalah Suara Harapan – Rona bahagia sekaligus haru tidak dapat disembunyikan dari wajah para siswa, guru, dan orang tua di Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Baun, Kecamatan Amarasi Barat.
Di tengah tantangan pemenuhan sarana pendidikan di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah angin segar datang membawa harapan baru bagi keberlanjutan masa depan anak-anak bangsa di sana.
Program Indonesia Pintar (PIP) Jalur Aspirasi secara resmi hadir di SMTK Baun. Kehadiran program ini ditandai dengan penyerahan sertifikat beasiswa yang diperjuangkan oleh Stevano Rizki Adranacus, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan.
Kehadiran negara melalui jalur kepedulian legislatif ini menjadi bukti nyata bahwa sekat geografis bukan penghalang untuk meretas akses pendidikan yang layak.
Karena agenda sidang yang padat di Ibu Kota, penyerahan sertifikat beasiswa diwakili oleh Melsy Juliana Bunga, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT.
Saat melangkah masuk ke lingkungan SMTK Baun, Melsy membawa amanah besar, memastikan bahwa hak-hak pendidikan anak-anak NTT terlayani dengan baik.
Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan Bung Stevano berkomitmen penuh memastikan anak-anak kita di NTT, termasuk di Amarasi Barat, tidak boleh putus sekolah hanya karena kendala biaya, ungkap Melsy di sela-sela penyerahan bantuan.
Bagi masyarakat, bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas atau seremonial belaka. Ini adalah jawaban atas doa-doa para orang tua yang setiap hari memeras keringat agar anak-anak mereka tetap bisa mengenakan seragam sekolah dan meraih cita-cita yang tinggi.
Melalui Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Kaka Stevano begitu ia akrab disapa terus bergerak menyisir wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi kebijakan. PIP Jalur Aspirasi ini menjadi salah satu instrumen krusial untuk memperkecil angka putus sekolah dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di NTT.
Penyerahan beasiswa ini juga menegaskan esensi dari gotong royong yang menjadi napas perjuangan PDI Perjuangan. Dari ruang-ruang rapat parlemen di Senayan, aspirasi itu ditenun, lalu dibawa langsung ke akar rumput oleh kader-kader daerah untuk menyentuh kehidupan masyarakat yang paling membutuhkan.


































