Kupang, Suara Harapan – SMP Negeri 1 Fatuleu, Kabupaten Kupang, terus berbenah diri untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Sekolah yang dikenal sebagai “sekolah kasus” ini memiliki banyak siswa yang berasal dari Sentra Sosial Naibonat, yang membutuhkan bimbingan ekstra untuk mengejar ketertinggalan mereka dalam membaca, menulis, dan berhitung.
“Banyak siswa kami yang dari Sentra Sosial Naibonat itu diambil dari siswa-siswa yang putus sekolah di kampung-kampung, sehingga ketika sampai di sini butuh kerja keras dari kita pihak sekolah untuk memberikan les tambahan kepada mereka,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Fatuleu, Viktor Imanuel Sanam, Selasa (2/4/2024).
Upaya ini membuahkan hasil. Siswa-siswi SMP Negeri 1 Fatuleu telah menunjukkan prestasi di berbagai bidang, seperti atletik, sepak bola mini, dan Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Anak-anak saya sering mengikuti kegiatan dan lomba, baik yang dilaksanakan oleh dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kupang maupun pihak lain. Ada yang pernah juara satu untuk atletik. Terus waktu di Sentra Sosial itu mereka meraih juara tiga untuk bola kaki mini. Ada juga prestasi yang diraih saat mengikuti OSN,” ujar Sanam.
Menurut Sanam, pihak sekolah selalu memberikan dukungan kepada para siswa untuk bisa mewakili sekolah dalam mengikuti kegiatan dan perlombaan.
Sanam juga menekankan pentingnya disiplin dan ketertiban di sekolah. Ia juga selalu berusaha mengadakan program sosialisasi bekerjasama dengan pihak Kejaksaan, Polda, dan Danramil untuk mencegah kenakalan remaja di lingkungan sekolah
“Banyak kegiatan yang kami programkan. Untuk program rutin itu guru-guru itu harus masuk kelas dan tepat waktu. Karena kalau guru tidak masuk dalam kelas berarti siswa berkeliaran dan bisa melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma, misalnya kenakalan remaja,” tegas Sanam.

Peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Fatuleu tidak lepas dari kerja keras para guru. Sanam selalu menganggarkan dana untuk workshop dan pelatihan bagi para guru agar mereka dapat meningkatkan profesionalisme mereka.
“Tujuannya agar para guru bisa profesional dan dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Sanam.
“Bagi saya guru-guru harus dibimbing lewat supervisi dari administrasi pembelajaran. Kalau administrasi pembelajarannya sudah tuntas berarti harus action di kelas,” lanjutnya.
Meskipun masih banyak tantangan yang dihadapi, SMP Negeri 1 Fatuleu terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi para siswanya. Dengan kerja keras dan dedikasi para guru dan staf, sekolah ini diharapkan dapat menjadi menjadi wadah bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi muda Kabupaten Kupang. (*)


































