Kabupaten Kupang, Majalah Suara Harapan – Sabtu, 28 Juni 2025, Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Kristen Indonesia Jakarta (STTIKAT) mengadakan sebuah seminar dengan tema yang sangat relevan dalam konteks sosial saat ini, yaitu “Pergaulan Bebas dan Tantangan Generasi Muda dalam Membangun Generasi Muda yang Tangguh dan Bermoral di Tengah Arus Pergaulan Bebas.”
Seminar ini bertujuan untuk membahas isu-isu yang dihadapi oleh generasi muda di zaman modern, terutama dalam konteks pergaulan bebas yang semakin marak.
Salah satu fokus utama seminar adalah dampak negatif dari pergaulan bebas terhadap moralitas dan psikologi generasi muda.
Dalam konteks ini, pergaulan bebas sering kali dianggap sebagai kebebasan tanpa batas yang dapat mengarah pada perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan obat-obatan, seks bebas, dan pengaruh buruk lainnya.
Para pembicara yang diundang dalam seminar ini adalah tokoh-tokoh muda yang berpengalaman dalam memberikan edukasi tentang pentingnya nilai-nilai moral dan etika generasi muda.
Mereka menjelaskan bahwa tantangan utama adalah bagaimana mengedukasi dan membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi tekanan sosial dan budaya yang ada.
Selain itu, seminar ini juga membahas tentang peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk karakter generasi muda. Pentingnya pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai moral diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar menjadi titik tekan dalam diskusi ini.
Pemateri, Yesaya Alfandri Tili, Mahasiswa STTIKAT Jakarta mengajak para peserta seminar untuk lebih aktif dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan generasi muda.
Diskusi terkait peran media sosial dalam pergaulan bebas juga menjadi salah satu poin penting.
Dengan kemajuan teknologi dan akses informasi yang sangat mudah, generasi muda sering kali terpengaruh oleh konten negatif yang beredar di dunia maya.
Akan tetapi, seminar ini tidak hanya berfokus pada tantangan yang dihadapi, tetapi juga pada solusi dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membangun generasi muda yang tangguh dan bermoral.
Penguatan karakter melalui pendidikan agama, kegiatan sosial, dan pengembangan potensi diri menjadi beberapa solusi yang diusulkan.
Para peserta diberikan sejumlah strategi untuk mengatasi pergaulan bebas, seperti aktif dalam organisasi kepemudaan, menciptakan kegiatan positif, serta menjalin hubungan yang sehat antar sesama.
Kepala Desa Bitobe, Musa Niab pada sela-sela seminar mengatakan, harapan semua peserta Pemuda dan Masyarakat Bitobe dapat membawa pulang pengetahuan dan wawasan baru.
melalui diskusi dan tindakan nyata, generasi muda dapat menjadi harapan bangsa yang mampu menghadapi tantangan zaman modern dengan bijaksana, pungkasnya.


































