Majalah Suara Harapan – Taman Nasional Mutis Timau kini menapaki babak baru dalam pengelolaannya.
Pada Senin (27/4/2026), sebuah pertemuan lintas sektor yang strategis digelar di Fatumnasi, menjadi ruang diskusi krusial bagi masa depan kawasan konservasi tertinggi di Pulau Timor tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Anggota DPR RI, Komisi IV, Usman Husin, serta jajaran petinggi daerah dari tiga kabupaten utama, di antaranya Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Asisten Sekda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Staf Ahli Bupati Kupang, serta Ketua DPRD Kabupaten TTS. Turut hadir pula Kepala Dinas LHK Provinsi NTT, jajaran Forkopimda (Dandim 1621 & Kapolres TTS), serta seluruh Kepala UPT Kementerian Kehutanan se-NTT.
https://youtu.be/9UbBXoQxryU?si=bzdviKYw_ITH0vji
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), ditegaskan bahwa status Taman Nasional bukan berarti menutup akses, melainkan menjadikannya sebagai “ruang hidup bersama”.
”Mutis Timau harus dikelola secara kolaboratif, adil, dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar tentang konservasi, tapi bagaimana manusia dan alam bisa tumbuh berdampingan,” tegas Dirjen KSDAE.


































