Menyendiri Dengan Tuhan, Menikmati Hadiratnya Tanpa Sekat
Bacaan : Ibarani 10:19-39
Pengantar
Majalah Suara Harapan – Surat ibrani menekankan pentingnya peran ibadah dalam pertumbuhan iman. Darah Kristus membuka jalan yang baru dalam penebusan untuk kita berjumpa dengan Tuhan. Inilah rekonsiliasi jalan pendamaian Allah bagi dunia.
Pengurbanan Kristus berbeda dengan pengurbanan darah dalam perjanjian lama sebagai ritual ibadah. Karena darah Yesus adalah nyawa dan hidup Nya , hanya sekali untuk selamanya.
Menikmati hadirat Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas, keyakinan iman yang teguh dan pengharapan yang kuat mendorong kita untuk lebih dekat dengan pertemuan ibadat yang saling membangun.
Pengorbanan Kristus adalah klimaks dari peringatan akan Dia. Allah yang merubuhkan tembok perseteruan diantara manusia.
Mengambil waktu khusus menepi dan menghampiri Tuhan adalah bagian terpenting dalam hidup bagi sebuah transformasi dan pembaharuan.
Penjelasan Teks
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.” Jika kita mau hidup penuh pengharapan hiduplah dengan setia, memiliki pengenalan yang mendalam akan Allah.
Pengharapan akan mengalir ketika kita memberi ruang untuk Allah dalam hati kita.
Membaca dan merenungkan firman, berdoa akan menolong kita terbentuk dan diproses dalam karakter Tuhan.
Penulis surat Ibrani menyatakan bahwa darah Yesus telah membuka jalan yang menuju ke tempat kudus. Oleh karena kematian Yesus Kristus, orang percaya dapat masuk dan berdiam di dalam tempat yang paling suci.
Jalan dan hidup baru untuk masuk telah disediakan oleh Kristus bagi manusia, “melalui tabir” atau melalui “tubuh Yesus”. Tidak ada sekat lagi karena kita disucikan dengan darah Yesus.
J. Wesley Brill mengatakan darah Yesus menyucikan orang yang percaya dari pada dosa dan menyucikan hati nurani. Kematian Kristus di atas kayu salib menghilangkan rintangan yang ada antara Allah dan orang berdosa, yakni rintangan dosa.
Kematian Kristus berkuasa untuk menghapus dosa yang dilakukan manusia sebelum dan sesudah kematianNya. Dia telah mati untuk orang berdosa.
“Darah Kristus adalah Hasil langsung dari kematian Kristus .
Yang dikenakan pada manusia adalah pengampunan dosa. Kematian Yesus dengan memberikan nyawanya (darahnya ) memberi pengampunan.
Dalam Perjanjian Lama “Hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”
Refleksi dan Aplikasi
Pengharapan selalu bisa mengeluarkan perbendaraan hati yang baik.
Pengharapan tidak pernah melihat pelayanan itu momok yang membebani-memberatkan melainkan sebagai `alat mulia`
Pembebasan adalah Hak Nya Tuhan, pembalasan adalah hak Tuhan
Ketekunan membuat kita hidup dalam pengharapan dan menanti janji Allah.* Pdt Desi Rondon/GMIT
1Ringkasan dari teks tersebut:
Pokok Utama
- Darah Kristus membuka jalan baru untuk berjumpa dengan Tuhan (Ibrani 10:19-39).
- Pengorbanan Kristus menghilangkan sekat antara Allah dan manusia.
- Pengharapan dan keyakinan iman yang teguh mendorong kita mendekati Tuhan.
Penjelasan
- Darah Kristus menyucikan orang percaya dari dosa (J. Wesley Brill).
- Kematian Kristus menghapus dosa dan memberikan pengampunan.
- Pengharapan datang dari Allah dan membangun karakter Kristiani.
Refleksi dan Aplikasi
- Pengharapan membangun perbendaraan hati yang baik.
- Ketekunan membuat kita hidup dalam pengharapan.
- Pelayanan adalah alat pembebasan dan pembalasan adalah hak Tuhan.
Ayat Kunci
“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.” (Ibrani 10:23)
Ibrani 10:19-22, 10:39



































