Kupang, Suara Harapan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang, Desy Ballo, menanggapi insiden viral Penjabat (Pj) Bupati Kupang yang memarahi dua pegawai saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Ballo menegaskan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas, termasuk dalam upacara resmi. Namun, ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang santun dan beretika, terutama dalam konteks doa yang dianggap sakral dalam agama Kristen.
“Saya melihat bahwa memang yang pertama bahwa ini harus ada refleksi juga bagi para ASN supaya ketika melaksanakan tugas- tugas termasuk di dalamnya salah satunya adalah melaksanakan upacara itu harus berdisiplin juga. Tetapi juga bahwa penjabat bupati juga harus mengedepankan etika dan kesopanan dalam membangun komunikasi,” ujar Ballo.
Desy Ballo mengkritik keras ancaman pemecatan dan kata-kata kasar yang dilontarkan Pj Bupati. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik ASN untuk lebih disiplin maupun Pj Bupati untuk memperbaiki pola komunikasi.
“Ancaman-ancaman pemecatan ataupun lontaran-lontaran kebodohan, itu saya pikir itu kurang baik untuk dipertemukan Dan saya merasa ini sebuah nilai yang perlu baik para ASN itu melihat diri untuk mengoreksi diri lalu penjabat juga harus lebih rendah hati untuk melihat proses ini,” tambahnya.
Insiden ini terjadi saat dua pegawai PPPK Kabupaten Kupang ditegur Pj Bupati karena diduga berswafoto saat doa upacara bendera. Pj Bupati marah dan mengancam akan memecat mereka, sementara salah satu pegawai mengaku sedang dalam kondisi tertekan karena anaknya sakit.
Desy Ballo berharap insiden ini dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin dan komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan ASN di Kabupaten Kupang. (*)


































