Majalah Suara Harapan – Taman Wisata Alam Camplong yang terletak di Kabupaten Kupang adalah kawasan yang memiliki potensi alam yang luar biasa, namun sayangnya kondisi dan pengelolaannya tidak sesuai dengan harapan.
Secara administratif, taman ini berada dalam empat desa, yaitu Desa Camplong I, Desa Camplong II, Desa Naunu, dan Desa Oebola, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Fatuleu. Meskipun kawasan ini memiliki letak geografis yang strategis antara 1230 39’ – 1240 23’ Bujur Timur dan 90 57’ – 100 30’ Lintang Selatan, kenyataan yang ada menunjukkan berbagai permasalahan yang mengganggu kenyamanan dan keindahan taman.
Salah satu isu utama yang dihadapi Taman Wisata Alam Camplong adalah kondisi fisik yang kurang terawat. Ketika Pengunjung hendak masuk sering kali disambut oleh rumah lopo di pintu masuk yang tidak terurus.
Rumah lopo ini seharusnya menjadi simbol keindahan dan keaslian budaya lokal, tetapi keadaan yang tidak terawat mengesankan sebaliknya. Dengan cat yang mengelupas dan bangunan yang terlihat kusam, rumah lopo tidak dapat menarik minat wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam.
Selain itu, masalah kebersihan juga menjadi salah satu perhatian serius. Sampah berserakan di berbagai sudut taman menciptakan kesan bahwa kawasan ini tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan sampah yang buruk dapat merusak ekosistem setempat, juga membuat pengalaman pengunjung menjadi kurang menyenangkan.
Kondisi kurang terawat di Taman Wisata Alam Camplong juga menunjukkan kurangnya perhatian dari pihak berwenang terhadap pengembangan pariwisata di kawasan ini. Diperlukan keterlibatan yang lebih aktif dari pemerintah dan masyarakat lokal untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Hal ini mencakup perbaikan infrastruktur, pengelolaan sampah, serta promosi pariwisata yang lebih baik agar kawasan ini potensi maksimalnya dapat terwujud.
Melihat potensi yang dimiliki Taman Wisata Alam Camplong, perbaikan dirasa sangat mendesak. Tidak hanya untuk meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar.
.


































