Majalah Suara Harapan – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang, yang memiliki arsitektur unik berbentuk kerucut, menghadapi tantangan yang mengganggu kelancaran persidangan.
Bunyi atap yang terus-menerus, terutama saat angin kencang, telah menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Fenomena ini tidak hanya mengganggu kemampuan anggota dewan untuk berkonsentrasi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian desain gedung untuk kegiatan legislatif.
Setiap detik, ketika hembusan angin kencang menerpa Oelamasi (area civic center), atap gedung legislatif menghasilkan kegaduhan yang dapat menghambat diskusi dan proses pengambilan keputusan. Bagi anggota dewan, kemampuan untuk mendengar dan berkontribusi dalam pandangan diskusi sangatlah penting.
Gangguan suara sering kali menyebabkan miskomunikasi atau bahkan hilangnya poin-poin penting selama diskusi. Lebih lanjut, kebisingan yang terus-menerus dapat menyebabkan rasa frustrasi di antara para pejabat, yang memperumit lingkungan pemerintahan yang sudah menantang.
Solusi yang mungkin untuk mengatasi masalah ini antara lain merenovasi atau mempertimbangkan kembali desain arsitektur bangunan, sehingga menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk sidang legislatif


































