Kupang – Majalah Suara Harapan – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (18/1/2026).
Bencana cuaca ekstrem ini mengakibatkan sedikitnya 14 rumah warga di RT 13 dan RT 14, RW 04 dan RW 05, mengalami kerusakan berat hingga roboh.
Terjangan angin kencang menyebabkan atap rumah beterbangan, dinding ambruk, serta memaksa sejumlah warga mengungsi sementara ke rumah kerabat dan lokasi yang lebih aman. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Merespons cepat kejadian tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur turun langsung ke lokasi terdampak untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada warga. Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus H. Takandewa, menemui warga di Kisbaki, salah satu titik dengan dampak terparah.
Dalam pertemuan dengan warga, Yunus menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Manutapen.
Ia menegaskan bahwa kehadiran PDI Perjuangan merupakan bentuk komitmen partai untuk selalu berdiri bersama rakyat dalam situasi sulit.
“Penderitaan warga adalah penderitaan kami. Luka rakyat adalah luka PDI Perjuangan. Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan warga tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” kata Yunus.
Ia menjelaskan, langkah cepat yang dilakukan struktur PDI Perjuangan sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader dan struktur partai hadir di tengah rakyat, terutama saat terjadi bencana dan kondisi darurat.
DPD PDI Perjuangan NTT bergerak bersama DPC PDI Perjuangan Kota Kupang, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Partai, serta unsur badan dan sayap partai. Kegiatan ini juga mendapat dukungan Anggota DPR RI Stevano Risky Adranacus. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Ketua RT 13 Kelurahan Manutapen, Yohana Naitboho, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran langsung di lokasi sangat membantu meringankan beban warga yang masih berupaya bangkit pascabencana
“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Di tengah kondisi sulit, perhatian dan kepedulian seperti ini memberi kekuatan moral bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua RW 05 Dian Rihi menyebut uluran tangan PDI Perjuangan NTT menjadi penyemangat bagi warga yang terdampak dan masih diliputi rasa cemas akibat cuaca yang belum stabil.
Sebagai langkah lanjutan, DPD PDI Perjuangan NTT membuka Posko Bencana di Sekretariat DPD PDI Perjuangan NTT sebagai pusat koordinasi bantuan dan distribusi logistik. Posko ini juga menjadi wadah penggalangan solidaritas dari berbagai pihak untuk membantu warga terdampak.
Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan semua pihak hingga kondisi warga benar-benar pulih,” tegas Yunus.
Bencana ini kembali menegaskan kerentanan wilayah Kota Kupang terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan.*Timex


































