Majalah Suara Harapan – Albert Lololau, dengan hormat mengimbau para pendeta untuk menunda rencana perjalanan wisata rohani mereka ke luar negeri.
Alasan AlbertLololau dengan memberikan kurang lebih tujuh pertimbangan utama mengapa perjalanan tersebut sebaiknya ditunda:
Pertama, Keuangan daerah Kabupaten Kupang saat ini masih minim (belum mencapai target Rp300 Miliar).
Kedua, Masih banyak keluhan masyarakat yang sangat mendesak dan perlu ditolong oleh pemerintah, seperti kebutuhan air bersih.
Lololau memandang pemenuhan kebutuhan ini lebih prioritas daripada membiayai wisata rohani dengan anggaran besar.
Ketiga, Bendungan Bipolo yang rusak akibat Badai Seroja tahun 2021 belum diperbaiki. Hal ini menyebabkan lebih dari 760 hektar sawah tidak dapat diolah oleh petani, yang berdampak pada ribuan orang (yang juga merupakan jemaat para pendeta).
Keempat, Meskipun program ini mungkin bagian dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, kepentingan yang menyangkut hajat hidup orang banyak (seperti perbaikan bendungan, infrastrukur jalan, dan air bersih) seharusnya didahulukan.
Kelima, Perjalanan wisata ini masih bisa dilaksanakan di lain waktu, misalnya di akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati.
Keenam, mantan DPRD Kabupaten Kupang ini berpendapat bahwa wisata ke luar negeri biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki kelebihan uang.
Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang masih sangat minim dan lebih dibutuhkan untuk program pemerintah yang mendesak.
Ketujuh, Albert secara lugas mempertanyakan, bagaimana para Tokoh Rohaniwan dapat berwisata sementara jemaat/rakyat “menjerit” karena krisis air bersih, infrastruktur jalan, dan rusaknya bendungan. Perbaikan bendungan untuk mendukung ketahanan pangan seharusnya menjadi prioritas utama, sejalan dengan program pemerintah pusat.
Surat ini adalah sebuah kritik sosial dan apel moral kepada para pemimpin rohani untuk menunjukkan solidaritas dan memprioritaskan kebutuhan dasar jemaat di atas program wisata yang dianggap mewah dan tidak mendesak, pungkas Albert Lololau Kepada Media Suara Harapan melalui WhatsApp.


































