Takari, Kabupaten Kupang, Majalah Suara Harapan– Plt. Asisten 1 Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, menghadiri perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 tingkat Kecamatan Takari pada Jumat, 25 Juli 2025, bertempat di halaman Kantor Camat Takari.
Marthen Rahakbauw Soroti Peningkatan Kasus Kekerasan pada Anak
Dalam sambutannya, Marthen Rahakbauw menekankan pentingnya HAN sebagai momentum untuk mengingatkan kembali tanggung jawab semua pihak—pemerintah, masyarakat, keluarga, dan individu—dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak serta melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.
“Anak-anak adalah titipan Tuhan yang harus kita jaga, didik, dan bimbing. Mereka adalah generasi penerus yang akan memegang estafet pembangunan di masa depan. Oleh karena itu, mereka berhak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” ungkapnya.
Marthen Rahakbauw juga menyoroti data kekerasan terhadap anak dan perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Kompas.com dan Lintas NTT, pada periode Januari-Mei 2025 tercatat 198 kasus kekerasan, dengan rincian 157 kasus menimpa anak perempuan dan 41 kasus menimpa anak laki-laki.
Di Kabupaten Kupang sendiri, pada tahun 2025 tercatat 41 kasus kekerasan, terdiri dari 21 kasus kekerasan terhadap anak dan 20 kasus kekerasan terhadap orang dewasa. Kasus terbanyak adalah kekerasan psikis dan seksual. Khusus di Kecamatan Takari, terdapat 2 kasus (1 kasus kekerasan fisik dan 1 kasus kekerasan seksual).
Marthen Rahakbauw menjelaskan bahwa pelaku kekerasan seringkali adalah orang terdekat dari anak, seperti orang tua sendiri, paman, ASN/guru, aparat keamanan, tukang ojek, dan profesi lainnya. Ia mencontohkan kasus viral kekerasan seksual yang dilakukan oleh paman terhadap tiga keponakan perempuan di Kota Kupang, serta kasus yang melibatkan Kapolres Ngada.
Berbagai Upaya Pencegahan dan Apresiasi untuk Kecamatan Takari
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, LSM, TNI/Polri, masyarakat, tokoh agama, dan pihak lainnya untuk meminimalkan kekerasan terhadap anak dan perempuan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Upaya tersebut termasuk pembentukan Kelompok Pemerhati Desa (KPD) dan Layanan Berbasis Komunitas (LBK) di desa-desa untuk melakukan advokasi, sosialisasi, serta pendampingan terhadap korban kekerasan, baik melalui proses hukum maupun mediasi.
Marthen Rahakbauw mengapresiasi inisiatif dan kerja sama antara Pemerintah Kecamatan Takari, Forum Anak Kecamatan Takari, dan Yayasan Wahana Visi Indonesia yang telah berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan HAN ini.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam membangun lingkungan yang ramah anak, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dan menyuarakan pendapat mereka dalam setiap proses pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan kebanggaannya terhadap anak-anak Takari yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan kepedulian, salah satunya Rama Nitbani, pemenang Duta Genre tingkat Provinsi tahun 2023.
Dorongan Partisipasi Anak dan Peningkatan Peran Semua Pihak
Di akhir sambutannya, Marthen Rahakbauw mendorong terus partisipasi anak dalam pembangunan, menegaskan bahwa suara mereka penting dan harus didengarkan.
“Tema Hari Anak Nasional tahun ini adalah: ‘ANAK HEBAT, INDONESIA KUAT MENUJU INDONESIA EMAS 2045’. Ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak adalah fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Maka, saya mengajak semua pihak – orang tua, guru, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk saling bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual,” pungkasnya.
Kepala Desa Oesusu, Dani N. Tauho, selaku Ketua Pelaksana kegiatan HAN tingkat Kecamatan Takari, menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan dengan pendampingan Yayasan Wahana Visi Indonesia ADP Kupang. Kegiatan berpusat di tiga desa di Kecamatan Takari, yaitu Desa Oesusu, Desa Hueknutu, dan Desa Oelnaineno.
“Kegiatan Hari Anak Nasional ini kami melibatkan sembilan desa dan satu kelurahan untuk ikut dalam kegiatan. Kemarin, tanggal 24 Juli 2025, kami sudah membentuk Forum Anak tingkat Kecamatan dan hari ini akan dilaksanakan pengukuhan oleh Camat Takari,” ungkap Dani Tauho.
Dani Tauho berharap perayaan HAN ini dapat memberikan manfaat positif sehingga anak-anak di Kecamatan Takari mampu bersaing hingga tingkat kabupaten.
Ia juga menginformasikan bahwa rangkaian HAN yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 25 Juli diisi dengan berbagai perlombaan, seperti lomba pidato tingkat SD, lomba paduan suara tingkat SD, SMP, dan SMA, serta lomba voli putra dan sepak bola mini tingkat SMP.
“Ini menjadi tahun pertama untuk kegiatan Hari Anak Nasional tingkat Kecamatan. Harapan kami di tahun-tahun yang akan datang, kami tetap akan melakukan ini di tingkat kecamatan dan kalau dapat juga di tingkat kabupaten,” tutupnya.
Dukungan Wahana Visi Indonesia
Pemimpin Cabang Wahana Visi Indonesia Cluster Timora, Hendrian, menambahkan bahwa pelaksanaan HAN telah berlangsung selama tiga hari di tiga desa wilayah layanan Wahana Visi Indonesia. Selain itu, dua desa, yaitu Desa Hueknutu dan Desa Oelnaineno, telah mendeklarasikan diri sebagai desa layak anak.
“Peringatan Hari Anak Nasional yang kita ingin kembangkan adalah bagaimana pengembangan minat dan bakat anak. Kami mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Takari yang sangat aktif baik di kegiatan Hari Anak yang ada di tingkat desa sampai hari ini kita juga bersama-sama melaksanakan Hari Anak di tingkat kecamatan,” jelas Hendrian.
Ia berharap, meskipun program WVI akan berakhir, hal-hal baik yang telah dimulai dapat terus dilanjutkan dan menjadi agenda tahunan di tingkat kecamatan, bahkan kabupaten.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas DP3AP2KB Tjokorda Swastika, Camat Takari Murry H. C. Ratukore, Kanit Intel Polsek Takari, Ketua Majelis Klasis Kupang Timur, Pimpinan WVI ADP Kupang, guru-guru SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Takari, serta tamu undangan lainnya.



































